Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Di Tengah Polemik JK vs Jokowi Gibran Pilih Puji Jusuf Kalla, Pengamat: Strategi Redam Tensi?

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 24 April 2026 | 15:21 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka. (JAWA POS)
Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka. (JAWA POS)

 

PONTIANAK POST - Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyebut Jusuf Kalla sebagai mentor dan idolanya dinilai sebagai langkah cerdas dalam meredakan tensi politik.

Sikap tersebut dianggap mencerminkan kedewasaan komunikasi di tengah dinamika nasional yang memanas.

Melansir Jawa Pos pada Jumat (24/4), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Jusuf Kalla (JK), yang disebutnya sebagai sosok senior, mentor, sekaligus teladan dalam dunia politik.

Baca Juga: Ribuan Aktivis Ditangkap di Era Prabowo-Gibran, GUSDURian Soroti Ancaman Kebebasan Sipil dan Ajak Solidaritas

Pengamat: Tunjukkan Kedewasaan di Tengah Polemik

Menurut Gibran, pengalaman dan kontribusi JK untuk bangsa, khususnya dalam menangani konflik di berbagai daerah, menjadikannya figur yang patut dicontoh.

“Pak JK itu senior saya, mentor juga. Beliau sangat berpengalaman dan punya banyak kontribusi untuk negeri ini,” ujar Gibran saat kunjungan di Papua Barat Daya, Rabu (22/4).

Pernyataan tersebut mendapat sorotan dari pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Ari Junaedi.

Baca Juga: Pandji Roasting Gibran di Mens Rea, Netizen: Dua Orang Ini Malah Roasting Langsung di Depannya

Ia menilai, sikap Gibran mencerminkan kedewasaan politik, terutama di tengah situasi yang diwarnai pernyataan kritis JK terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan JK cukup menohok terkait Presiden Joko Widodo, bahkan berujung pelaporan ke kepolisian usai ceramah di Masjid UGM,” ujar Ari dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Ari menilai, respons Gibran yang tetap menghormati JK justru berpotensi meredam ketegangan politik yang berkembang.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional, terlebih di tengah tekanan global dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Gibran Dinilai Pilih Komunikasi Sejuk untuk Jaga Stabilitas Politik

Lebih lanjut, Ari mengaitkan langkah Gibran dengan teori komunikasi spiral of silence dari Elisabeth Noelle-Neumann. Dalam teori tersebut, individu berusaha memecah dominasi opini publik yang berkembang.

“Gibran tampaknya ingin memecah arus dominan opini publik tentang dirinya dan keluarganya dengan pendekatan yang lebih tenang dan inklusif,” jelasnya.

Baca Juga: Model Cilik Ketapang Al Gibran Setiawan Sabet Dua Gelar Bergengsi di Singapura

Ia menambahkan, Gibran tidak terpancing oleh pertanyaan media yang berpotensi memicu konflik. Sebaliknya, ia memilih pendekatan komunikatif yang lebih sejuk.

“Jika ditanggapi secara emosional, situasi politik bisa semakin panas. Dalam hal ini, Gibran menunjukkan telah belajar pola komunikasi yang tepat,” katanya.

Sikap tersebut dinilai sebagai sinyal positif dalam menjaga stabilitas politik nasional, sekaligus menunjukkan kemampuan Gibran dalam mengelola dinamika komunikasi di ruang publik. (*)

Editor : Miftahul Khair
#jokowi vs jk #stabilitas politik #polemik #pengamat politik #Wapres Gibran