Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bela Sungkawa untuk Kusuma Bangsa Rico Pramudia, Satu Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 24 April 2026 | 22:35 WIB

 

KONVOI: Kendaraan UNIFIL melintas di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. (Jawa Pos/HO Arab News)
KONVOI: Kendaraan UNIFIL melintas di jalan utama di Qlayaa, Lebanon selatan, 27 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah. (Jawa Pos/HO Arab News)

 

PONTIANAK POST –Kabar duka kembali datang dari medan misi perdamaian dunia. Setelah hampir sebulan berjuang melawan luka berat, seorang prajurit TNI akhirnya gugur jauh dari tanah air.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia (31), personel TNI yang sebelumnya mengalami luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.

Dalam pernyataan resminya di platform X, UNIFIL menyebut Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” demikian pernyataan UNIFIL.

UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan almarhum.

Belasungkawa juga ditujukan kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, khususnya TNI Angkatan Darat.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, tercatat empat prajurit TNI gugur saat bertugas bersama UNIFIL.

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri pada 29 Maret—dalam peristiwa yang sama yang menyebabkan Praka Rico terluka.

Sehari berselang, dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan pada 29–30 Maret dan 3 April tersebut juga mengakibatkan sedikitnya tujuh prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi insiden berulang ini, UNIFIL menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin keselamatan personel dan aset PBB.

“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta berpotensi merupakan kejahatan perang,” tegas UNIFIL.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan, tidak hanya Indonesia yang kehilangan prajurit. Prancis juga dilaporkan kehilangan dua tentaranya setelah patroli mereka diserang pada 18 April lalu.

Situasi keamanan yang memburuk ini kembali menegaskan besarnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian, termasuk prajurit Indonesia yang bertugas di garis depan konflik dunia. (ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Rico Pramudia #Lebanon #meninggal #unifil #TNI