Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Balita di Cianjur Meninggal Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Dinkes Lakukan Penyelidikan

Hanif • Senin, 27 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi bayi.
Ilustrasi bayi.

PONTIANAK POST – Seorang balita berinisial MAB,2, warga Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur,  Jawa Barat (Jabar), meninggal setelah diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum meninggal pada Kamis (23/4), korban sempat menjalani perawatan di RSUD Pagelaran.

MAB dirawat di puskemas sejak Selasa (14/4), setelah mengalami gejala keracunan.

Kepala Puskesmas Leles Tedi Nugraha mengatakan, pasien mengeluh mual, muntah, dan diare saat kali pertama datang. Kondisi korban sempat membaik dan diperbolehkan pulang setelah mengikuti serangkaian observasi.

Namun, tiga hari kemudian kondisi korban kembali menurun dan dibawa kembali ke Puskesmas Leles dengan keluhan lemas. ”Pada kunjungan kedua, kondisi pasien lemah. Pasien langsung dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lebih lanjut,” kata Tedi.

Baca Juga: Donald Trump: Jadi Presiden Lebih Berbahaya dari Pembalap, Peluang Dibunuh 5,8%

Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, korban akhirnya dinyatakan meninggal. 

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur dr I Made Setiawan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya balita tersebut. Pihaknya masih menduga dan mendalami apakah insiden tersebut berkaitan langsung dengan keracunan atau ada penyakit lain yang mendasari. ”Kami belum bisa memberikan kesimpulan,” ujarnya.

Dinkes terus berkoordinasi dengan tim medis yang menangani korban di rumah sakit dan di puskesmas guna mendapatkan hasil pemeriksaan yang komprehensif. ”Kasus ini harus dirunut secara menyeluruh, mulai dari penanganan di puskesmas, pemulangan, hingga dirujuk kembali ke rumah sakit,” ucap Made.

Uji Sampel

Dinkes telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. 

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar sekitar satu hingga dua minggu ke depan. ”Bisa saja ada kondisi lain yang mendasari, sehingga semuanya harus dicek kembali secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga: 175 Ribu Bibit Pohon di Kawasan Gunung Palung National Park dari Pasien dalam Mendukung Pemulihan Hutan

Sebagai langkah antisipasi, aktivitas SPPG terkait telah dihentikan sementara untuk kebutuhan pemeriksaan. (rbi/aph)

Editor : Hanif
#Mbg #keracunan mbg #dinkes #balita #Cianjur