Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Biaya Haji 2026 Terbaru: Jemaah Bayar Rp54 Juta, Naik Jauh dari Tahun ke Tahun

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 29 April 2026 | 13:24 WIB
Jemaah haji di sekitar Ka
Biaya haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun. (JAWA POS)

 

PONTIANAK POST - Biaya haji di Indonesia mengalami perubahan setiap tahun dengan tren yang cenderung meningkat dalam satu dekade terakhir.

Meski sempat turun pada 2025 dan 2026, beban yang harus ditanggung jemaah tetap lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.

Data dari Badan Pengelola Keuangan Haji menunjukkan adanya perubahan komposisi antara biaya yang dibayar langsung oleh jemaah dan nilai manfaat yang berasal dari pengelolaan dana haji.

Biaya haji terdiri dari dua komponen utama, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang dibayar jemaah dan nilai manfaat yang berasal dari pengelolaan dana oleh Badan Pengelola Keuangan Haji. Keduanya membentuk total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Baca Juga: Haji Pakai Uang Korupsi Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama soal Syarat Haji Mabrur

Periode 2015 hingga 2019 Relatif Stabil

Pada periode ini, biaya haji relatif stabil. Pada 2015, jemaah membayar Rp37,49 juta dengan nilai manfaat Rp24,07 juta sehingga total biaya mencapai Rp61,56 juta.

Tahun 2016 justru mengalami penurunan pada beban jemaah menjadi Rp34,60 juta dengan total Rp60 juta.

Pada 2017, biaya kembali naik tipis dengan jemaah membayar Rp34,89 juta dan total Rp61,79 juta.

Baca Juga: Jemaah Haji Zaman Dulu, Berangkat dengan Kapal Penuh Risiko

Tren berlanjut pada 2018 dan 2019, di mana biaya yang dibayar jemaah berada di angka Rp35,24 juta dengan total masing-masing Rp68,96 juta dan Rp69,16 juta.

Pandemi Menghentikan Keberangkatan Haji

Memasuki 2020 dan 2021, keberangkatan haji sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Dampaknya terasa pada struktur biaya setelah haji kembali dibuka.

Pada 2022, total biaya haji melonjak menjadi Rp97,79 juta. Namun porsi yang dibayar jemaah masih di angka Rp39,89 juta karena nilai manfaat mencapai Rp57,91 juta.

Perubahan signifikan terjadi pada 2023. Jemaah harus membayar Rp49,9 juta dengan total biaya sekitar Rp90 juta. Pada 2024, beban jemaah kembali meningkat menjadi Rp56,04 juta dengan total Rp93,41 juta.

Penurunan Tipis pada 2025 dan 2026

Pada 2025, biaya yang dibayar jemaah sedikit menurun menjadi Rp55,43 juta. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya porsi biaya perjalanan yang harus ditanggung, dengan komposisi sekitar 62 persen ditanggung jemaah dan 38 persen dari nilai manfaat.

Baca Juga: Doa yang Biasa Dibaca Saat Syukuran Haji Lengkap dengan Artinya  

Sementara itu, pada 2026 pemerintah menetapkan total biaya haji sebesar Rp87,4 juta per jemaah. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp54,19 juta dibayar langsung oleh jemaah, sedangkan sisanya sekitar Rp33,21 juta ditanggung melalui nilai manfaat dari pengelolaan dana haji.

Tren Jangka Panjang dan Dampaknya

Secara keseluruhan, tren biaya haji menunjukkan kenaikan terutama pada porsi yang dibayar jemaah. Jika pada 2015 jemaah hanya membayar sekitar Rp37 juta, kini angkanya telah menembus Rp54 juta.

Kenaikan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar, biaya transportasi udara, hingga biaya layanan di Arab Saudi.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ingatkan Jemaah Haji Siapkan Fisik Prima Jelang Wukuf di Arafah

Selain itu, perubahan kebijakan terkait penggunaan nilai manfaat juga ikut memengaruhi besaran biaya yang harus ditanggung jemaah.

Meski demikian, skema pembagian biaya antara jemaah dan nilai manfaat tetap dipertahankan untuk menjaga agar biaya haji tidak melonjak terlalu tinggi.

Bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji, tren ini menjadi pengingat penting untuk menyiapkan perencanaan keuangan sejak dini. (*)

Editor : Miftahul Khair
#biaya haji 2026 #jemaah haji