Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pacu Produksi Pangan Nasional, Kementan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi Sekaligus

Miftahul Khair • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:36 WIB
Kementan menggelar tanam padi serentak di Kabupaten Agam Sumbar pada Kamis (30/4). (DOK KEMENTAN)
Kementan menggelar tanam padi serentak di Kabupaten Agam Sumbar pada Kamis (30/4). (DOK KEMENTAN)

PONTIANAK POST - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat tanam serentak padi seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai upaya menjaga produksi pangan nasional sekaligus mengantisipasi ancaman musim kemarau dan mempercepat pemulihan lahan terdampak bencana.

Gerakan tanam serentak yang dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) ini mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), serta lahan yang terdampak bencana. Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi titik utama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan ini melibatkan 25 provinsi dengan total luas mencapai 50 ribu hektare.

Baca Juga: Mahasiswa Apresiasi Mentan Amran Gercep Selesaikan Aduan Pupuk Subsidi

Lahan tersebut terdiri atas oplah tahun 2024 seluas 20.000 hektare, oplah tahun 2025 seluas 23.000 hektare, CSR tahun 2025 seluas 5.000 hektare, serta lokasi rehabilitasi bencana seluas 2.026 hektare.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan tanam di berbagai daerah.

Baca Juga: Mentan Amran Apresiasi Bareskrim, Minta Aktor Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

“Penggunaan alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mengikuti kegiatan secara daring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, petani, penyuluh, hingga aparat di daerah.

“Terima kasih kepada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serempak di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Mentan Amran juga menegaskan pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, mengatakan percepatan tanam menjadi salah satu langkah utama dalam mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.

Ia menyebut Kementan telah mengirim surat kepada seluruh gubernur serta bupati dan wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

“Langkah-langkah mitigasi sudah kita siapkan. Mulai dari pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” jelasnya.

Baca Juga: Hadapi Krisis Global, Mentan Amran Tegaskan Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Kemandirian Pangan Nasional

Strategi utama yang didorong antara lain percepatan tanam padi serentak di akhir musim hujan guna memaksimalkan ketersediaan air, pompanisasi secara masif untuk mendukung suplai air ke lahan pertanian, serta optimalisasi lahan rawa agar produktivitas tetap terjaga saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan.

Selain itu, penggunaan benih tahan kekeringan juga terus didorong untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap suhu panas dan keterbatasan air. Pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor juga diperkuat untuk menjaga cadangan air di lapangan.

Upaya tanam serempak yang dilakukan Kementan mendapat dukungan dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program oplah dan CSR.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat besar, termasuk tambahan luas tanam dan bantuan sarana produksi.

Baca Juga: Rahasia Swasembada Pangan Dibocorkan Mentan Amran

“Program ini menjadi berkah bagi kami. Dengan dukungan Kementan, kami optimistis meningkatkan produksi dan berkontribusi sebagai daerah penyangga pangan nasional,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis gerakan tanam serentak ini mampu mempercepat peningkatan produksi, menjaga ketersediaan pangan nasional, serta memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim. (*)

Editor : Miftahul Khair
#gerakan tanam serentak #produksi padi #kementerian pertanian