PONTIANAK POST - Sebanyak sembilan jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat hingga awal Mei 2026 selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Mayoritas kematian disebabkan oleh penyakit jantung dan radang paru-paru, di tengah suhu ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 42 derajat Celcius.
"Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan kabar duka. Innalillahi wa innailaihi raji’un. Pada hari Ahad, 3 Mei 2026, terdapat dua jemaah yang wafat di Madinah. Total sampai saat ini ada 9 jamaah yang meninggal dunia," kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, dikutip dari Radar Jember (Pontianak Post grup).
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan badal haji.
Baca Juga: 1.844 Jemaah Haji Kalbar Siap Berangkat, Kemenhaj Pastikan Pelayanan Optimal
“PPIH insya Allah menjamin badal haji bagi seluruh jemaah yang wafat,” tambahnya.
Selain itu, kondisi kesehatan jemaah secara umum tetap terpantau. Sebanyak 8.575 jemaah tercatat menjalani rawat jalan.
Sebanyak 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 172 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.
Baca Juga: Info Haji 2026: Kemenhaj Perketat Aturan Layanan Kursi Roda dan Jasa Dorong
"Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan layanan medis secara optimal, baik di tiap kloter, tiap sektor, maupun fasilitas kesehatan di tempat rujukan,” pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya