Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sepenuhnya Indonesia” Eps 2: Kisah Sederhana yang Menyentuh Jutaan Hati

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 4 Mei 2026 | 22:31 WIB
Adegan dalam film pendek “Sepenuhnya Indonesia” episode kedua yang menampilkan interaksi hangat dan sederhana sebagai cerminan nilai gotong royong masyarakat Indonesia.
Adegan dalam film pendek “Sepenuhnya Indonesia” episode kedua yang menampilkan interaksi hangat dan sederhana sebagai cerminan nilai gotong royong masyarakat Indonesia.

 

PONTIANAK POST - Di tengah derasnya arus konten sensasional, McDonald’s Indonesia justru memilih jalan sunyi: mengangkat kebaikan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lewat episode kedua film pendek “Sepenuhnya Indonesia”, brand ini kembali menyentuh emosi publik—ditonton lebih dari 5,1 juta kali sejak tayang 17 April 2026.

Film ini bukan sekadar lanjutan, melainkan pendalaman makna. Penonton diajak menyelami gestur-gestur kecil yang sering luput dari perhatian—sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban tulus—yang diam-diam menjadi perekat sosial masyarakat Indonesia.

Berbeda dari episode pertama yang menampilkan perjalanan reflektif Ario Bayu, episode kedua hadir dengan pendekatan lebih humanis.

Fragmen kehidupan sehari-hari dirangkai menjadi narasi utuh tentang nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, menurut perusahaan, juga tercermin dalam budaya kerja karyawan mereka dalam melayani pelanggan.

Tak heran, respons publik terhadap film ini terbilang kuat, dengan interaksi positif di berbagai platform digital.

Memasuki usia ke-35, McDonald’s Indonesia menjadikan film ini sebagai refleksi perjalanan panjangnya di Tanah Air.

Bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang telah menjadi bagian dari tumbuh kembang brand tersebut.

“Bagi kami, 35 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah refleksi dari dedikasi kami hadir di tengah momen-momen penting maupun keseharian masyarakat Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

Di balik layar, sutradara Dimas Djayadiningrat memilih pendekatan berbeda. Bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal, ia membiarkan momen berkembang secara organik, tanpa banyak rekayasa.

“Banyak momen paling bermakna justru hadir tanpa direncanakan. Kami hanya menangkapnya secara jujur,” kata Dimas.

Pendekatan ini turut membentuk pengalaman para pemeran, termasuk Ario Bayu.

Ia mengaku keterlibatannya dalam film ini terasa lebih personal dibandingkan proyek lain yang pernah dijalaninya.

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah interaksi dengan karyawan tuli di McDonald’s yang menggunakan bahasa isyarat saat melayani pelanggan.

Pengalaman itu, menurutnya, membuka perspektif baru tentang inklusivitas dan ketulusan dalam pelayanan.

“Ini bukan sekadar akting. Saya benar-benar merasakan kehangatan dan kebaikan yang sering kita anggap sepele,” ungkapnya.

Melalui film ini, McDonald’s Indonesia ingin menyampaikan pesan sederhana: di tengah dunia yang bergerak cepat,

kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Ia hidup dalam interaksi kecil yang membentuk wajah Indonesia hari ini.

Seluruh episode “Sepenuhnya Indonesia” dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi McDonald’s Indonesia. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#McDonald’s Indonesia #Sepenuhnya Indonesia #Ario Bayu #film pendek #gotong royong