PONTIANAK POST – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Compressed Natural Gas (CNG) mulai menggantikan LPG 3 kg tahun ini.
Langkah strategis tersebut bertujuan menekan ketergantungan impor energi nasional yang terus membengkak.
“Tahun ini,” tegas Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman, saat acara “CNG & LNG untuk Rakyat” di Jakarta, Selasa (5/5) dilansir Antara.
Pemerintah kini sedang menyiapkan desain tabung CNG berukuran kecil. Hal ini dilakukan karena karakteristik CNG sangat berbeda dengan gas LPG.
CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, jauh lebih kuat dibanding LPG yang hanya 5–10 bar.
Perbedaan tekanan ini mewajibkan desain tabung gas yang jauh lebih kokoh.
Baca Juga: CNG Pengganti LPG 3 KG Masuk Tahap Uji Coba, Bahlil: Harga Lebih Murah 30 Persen
Penyesuaian desain tabung sangat krusial demi menjamin faktor keselamatan pengguna rumah tangga.
Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) terus melakukan serangkaian uji coba ketat pada kekuatan tekanan tabung.
“Uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” ucap Laode.
Distribusi Bertahap di Pulau Jawa
Selain teknis tabung, pemerintah tengah mematangkan pola distribusi gas bumi ini. Tahap awal akan difokuskan pada kota-kota besar di Pulau Jawa.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini,” tambah Laode mengenai target pelaksanaannya.
Baca Juga: Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warga Sambas dan UKM Tertekan Kenaikan Biaya Energi
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut CNG sudah lama digunakan di perhotelan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, selama ini penggunaannya masih terbatas pada tabung berkapasitas di atas 10 kilogram.
Bahlil menegaskan bahwa seluruh bahan baku CNG tersedia melimpah di dalam negeri.
Pemerintah bahkan baru menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur untuk pasokan domestik.
Baca Juga: Beli Gas Elpiji 3 Kg Harus Pakai Sidik Jari? Usulan DPR Ini Picu Pro-Kontra Publik
Jika hasil uji coba dinyatakan layak, konversi dari LPG ke CNG akan dilakukan bertahap.
Pemerintah juga masih mengkaji skema subsidi agar tepat sasaran.
Meskipun mekanisme masih dibahas, subsidi untuk CNG diperkirakan 30 persen lebih murah dibanding subsidi LPG.
Hal ini diharapkan mampu meringankan beban fiskal negara secara signifikan.(*)
Editor : Uray Ronald