Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Beralih ke CNG Pengganti LPG 3 Kg Tak Perlu Ganti Kompor: Cukup Pasang Tabung, Api Lebih Biru  

Uray Ronald • Rabu, 6 Mei 2026 | 07:15 WIB
Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (ANTARA)
Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor untuk beralih ke CNG.

Langkah ini mempermudah transisi dari LPG ke Compressed Natural Gas (CNG).

“Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tadinya pakai LPG, sekarang pakai CNG,” ujar Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman, Selasa (5/5).

Pemerintah kini fokus mengembangkan katup (valve) pada tabung CNG tipe 4 berkapasitas 3 kg.

Komponen ini dirancang agar aliran gas tetap aman dan sesuai dengan perangkat memasak saat ini.

Laode menyebut penggunaan tabung baru ini sangat praktis tanpa memerlukan modifikasi kompor.

"Langsung plug and play, nyala kompor itu dengan CNG. Apinya bahkan lebih biru," tuturnya dilansir Antara.

Baca Juga: CNG Ganti LPG 3 Kg Mulai Tahun Ini, ESDM Siapkan Tabung Khusus

Pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap) untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor.

Fokus utamanya adalah menggantikan konsumsi energi rumah tangga dengan gas bumi domestik.

"Intinya, ke depan, kami akan mereduksi LPG. Kita gantikan dengan CNG," tegas Laode.

Keamanan Tabung Tekanan Tinggi

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penyiapan tabung kecil sangat krusial karena perbedaan tekanan gas.

CNG memiliki tekanan 250 bar, jauh lebih kuat daripada LPG yang hanya 5–10 bar.

Perbedaan tekanan ini berdampak langsung pada faktor keselamatan, sehingga desain tabung harus sangat kokoh.

Baca Juga: CNG Pengganti LPG 3 KG Masuk Tahap Uji Coba, Bahlil: Harga Lebih Murah 30 Persen

Proses uji coba tabung berukuran kecil ini diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga bulan.

Bahlil menekankan bahwa bahan baku CNG melimpah di dalam negeri, termasuk cadangan baru di Kalimantan Timur.

Hal ini menjadi keunggulan utama CNG dibandingkan LPG yang mayoritas masih impor.

Saat ini, pemerintah juga masih mengkaji skema subsidi agar tetap tepat sasaran.

Opsi subsidi tetap terbuka dengan nilai yang diperkirakan 30 persen lebih murah daripada LPG.(*)

 

Editor : Uray Ronald
#CNG pengganti LPG #kompor gas CNG #tabung CNG 3 kg. #subsidi energi #kementerian esdm