Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

30.000 Gedung Kopdes Merah Putih Segera Diresmikan, 7.000 Bangunan Sudah Siap Beroperasi

Uray Ronald • Rabu, 6 Mei 2026 | 22:14 WIB
Ilustrasi. (ANTARA)
Ilustrasi. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembenahan sektor koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Langkah ini diwujudkan melalui program Koperasi Merah Putih yang kini mulai memasuki babak baru.

Kementerian Koperasi berencana meresmikan sekitar 30.000 bangunan gedung Koperasi Merah Putih pada tahun ini.

Puluhan ribu gedung tersebut ditargetkan siap beroperasi dalam waktu dekat.

Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, menjelaskan bahwa program ini berjalan dalam beberapa fase.

Saat ini, fase pertama yang berfokus pada kelembagaan telah sukses dilewati.

"Sudah terbentuk sekitar 80.000 lebih dari sisi kelembagaan, dari sisi badan hukum dan seterusnya," kata Riza, Rabu (6/5) dilansir Antara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Konfirmasi Gaji Manajer Kopdes Bukan dari APBN, Menko Pangan Zulhas Sebut Agrinas yang Tanggung

Riza menyampaikan hal tersebut dalam Workshop Media Kementerian Komunikasi dan Digital di Semarang. Kini, fokus pemerintah telah resmi beralih ke tahap berikutnya.

"Sekarang kita masuk ke fase kedua ya, fase pembangunan dan fase operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya.

Saat ini, sudah ada sekitar 7.000 bangunan koperasi yang siap beroperasi 100 persen.

Jumlah ini akan terus bertambah hingga target peresmian massal pada Juli-Agustus 2026 mendatang.

Meski progres berjalan cepat, program ini masih menghadapi tantangan besar di lapangan.

Pemerataan akses jaringan listrik dan internet masih menjadi kendala utama di beberapa daerah.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Rekrut Karyawan dari Warga Desa Termasuk Penerima PKH untuk Serap Tenaga Kerja

Tantangan lainnya adalah ketimpangan tingkat literasi digital masyarakat antardaerah yang belum merata.

Kementerian Koperasi terus berupaya memberikan pembinaan intensif untuk mengatasi ketimpangan tersebut.

Selain digitalisasi, penyediaan lahan minimal 1.000 meter persegi untuk bangunan berukuran 20x30 meter juga menjadi tantangan tersendiri.

Namun, pemerintah telah menyiapkan solusi alternatif untuk masalah ini.

"Nanti sebenarnya ada desain kedua yang sebenarnya untuk lahan-lahan yang di bawah 1.000 m persegi. Cuma ini lagi masih baru disiapkan," pungkas Riza.*

Editor : Uray Ronald
#digitalisasi koperasi #Riza Azmi #kementerian koperasi #Koperasi Desa #Koperasi Merah Putih