Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BGN Ultimatum SPPG: Targetkan Lonjakan Penerima Gizi Ibu Hamil dan Balita, Ancaman Suspend Mengintai

Basilius Andreas Gas • Senin, 11 Mei 2026 | 21:26 WIB
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memberikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat di Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 137 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di kampung tersebut menerima manfaat program MBG 3B yang diantarkan langsung kader TPK dari rumah ke rumah sebagai upaya pemenuhan gizi serta monitoring kesehatan guna mencegah angka stunting. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memberikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat di Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/5).  (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

PONTIANAK POST- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di wilayah kerja masing-masing dalam dua minggu ke depan.

Nanik menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan program perbaikan gizi nasional sekaligus upaya menurunkan angka stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat ini sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” kata Nanik di Jakarta, Senin.

Ia menilai kondisi tersebut mendorong BGN melakukan refocusing program agar layanan pemenuhan gizi lebih tepat sasaran pada kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi segera.

Karena itu, seluruh SPPG diminta aktif melakukan pendataan serta optimalisasi layanan agar cakupan penerima manfaat 3B dapat meningkat dalam waktu singkat.

Upaya tersebut, menurutnya, penting untuk mempercepat pemerataan layanan gizi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Nanik juga menegaskan bahwa SPPG yang tidak mampu memenuhi target penerima manfaat 3B akan dikenai penghentian operasional sementara atau suspend.

Kebijakan itu diambil untuk memastikan pelaksanaan program tetap berfokus pada tujuan utama, yakni perbaikan gizi masyarakat dan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.

“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan ditangguhkan atau suspend,” ujar Nanik. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Mbg #SPPG #stunting #gizi #BGN