PONTIANAK POST – Gerak-geriknya terlihat janggal sejak berada di area pemeriksaan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Petugas pun curiga.
Kecurigaan itu akhirnya terbukti setelah seorang pria asal India kedapatan menyembunyikan emas senilai sekitar Rp700 juta di dalam celana dalam yang dikenakannya.
Dilansir Jawa Pos (kelompok Pontianak Post), Pria berinisial MTNP, 44, ditangkap petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (8/5) sekitar pukul 15.00 WIB saat hendak terbang menuju New Delhi, India, melalui Singapura.
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan, pelaku diamankan setelah petugas Bea Cukai bersama Aviation Security (Avsec) InJourney Airports mencurigai perilakunya di Terminal 3 Keberangkatan Internasional.
“Barang ini (emas) rencananya akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura dan nanti akan lanjut ke New Delhi, India,” ujar Hengky dalam taklimat media di Tangerang, kemarin (11/5).
Saat diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan dua bungkus berisi butiran emas seberat total 265,7 gram. Untuk mengelabui pemeriksaan, emas tersebut dibungkus menggunakan gluten atau adonan tepung agar bentuk fisiknya tidak mudah dikenali.
Tak hanya itu, bungkusan emas kemudian disembunyikan di dalam pakaian dalam yang dikenakan pelaku.
“Bungkusan tersebut kemudian disembunyikan di dalam pakaian dalam yang dikenakan tersangka guna menghindari deteksi petugas di area pemeriksaan keamanan,” kata Hengky.
Dari hasil pemeriksaan awal, nilai emas yang hendak diselundupkan itu diperkirakan mencapai Rp700 juta.
Kini MTNP beserta barang bukti telah diamankan di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, MTNP dijerat Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Ia terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.
Hengky menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap berbagai modus penyelundupan di bandara internasional.
“Kami memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi, personel yang terlatih, dan sinergi antarinstansi yang solid,” tegasnya. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro