Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

MPR RI Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan

Miftahul Khair • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:41 WIB
Ilustrasi gedung MPR RI. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi gedung MPR RI. (DOK JAWA POS)

PONTIANAK POST – MPR RI akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial.

Melalui Sekretariat Jenderal MPR RI, lembaga tersebut mengakui adanya kelalaian dewan juri yang memicu kontroversi dalam pelaksanaan lomba.

“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” demikian isi pernyataan resmi di akun Instagram resmi MPR RI pada Selasa (12/5).

Baca Juga: Viral LCC 4 Pilar Kalbar Diprotes, Keputusan Juri Tuai Kritik Netizen

Dalam klarifikasinya, MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif.

MPR RI juga menyatakan telah mengambil langkah awal dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas dalam kegiatan tersebut.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, MPR RI menyebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme teknis pelaksanaan lomba, termasuk sistem penilaian, verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan saat perlombaan berlangsung.

Baca Juga: Sekda Kalbar Angkat Bicara Soal Penilaian Juri LCC 4 Pilar, Minta Ada Rasa Keadilan untuk Peserta

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis MPR RI.

MPR RI turut menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.

“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” lanjut pernyataan tersebut.

Awal Mula Kontroversi

Polemik ini bermula saat regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ujar salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Namun jawaban tersebut justru diberi nilai minus lima oleh juri. Pertanyaan kemudian dialihkan ke regu lain dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa.

Baca Juga: Viral Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf dan Janji Tindak Juri

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ucap peserta dari SMAN 1 Sambas.

“Inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” kata Dyastasita selaku juri.

Keputusan itu langsung diprotes peserta SMAN 1 Pontianak karena menilai substansi jawaban mereka sama.

“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” kata salah satu peserta.

Baca Juga: Setjen MPR RI Evaluasi Total LCC Empat Pilar, Imbas Polemik Penilaian Juri atas Peserta SMA Negeri 1 Pontianak

Peserta bahkan meminta penonton di studio menjadi saksi bahwa unsur DPD telah disebutkan dalam jawaban mereka.

Namun respons dewan juri dan MC setelah protes tersebut justru memicu kritik publik. Warganet menilai tidak ada upaya pengecekan ulang sebelum keputusan dipastikan.

“Keputusan saya kira di dewan juri, ya,” ujar Dyastasita.

Sementara MC lomba menyampaikan keputusan tetap berada di tangan juri.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC.

Juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni, juga menyoroti persoalan artikulasi peserta saat menjawab.

Baca Juga: Disdik Kalbar Minta SMAN 1 Ajukan Peninjauan Ulang Hasil LCC 4 Pilar

“Begini, kan sudah diperingatkan dari awal bahwa artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas, kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena mendengar artikulasi yang tidak jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberi nilai minus 5,” paparnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#lcc 4 pilar #keputusan juri #minta maaf #mpr ri