PONTIANAK POST - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terekam meluapkan emosi saat kunjungan kerja di kawasan Sungai Ciliwung (11/5).
Dalam sebuah momen yang viral, AHY menegur langsung seorang pejabat balai yang dinilai tidak serius mendengarkan arahan terkait penanganan banjir.
Tegur Langsung di Depan Publik
Dalam sebuah video yang beredar, peristiwa itu terjadi saat AHY menyampaikan paparan mengenai kondisi sungai dan upaya penanganan banjir.
Baca Juga: MC Shindy Lutfiana Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka Usai Polemik Final LCC Empat Pilar Kalbar
Di tengah penjelasan teknis, ia tiba-tiba menghentikan pembicaraan dan memanggil salah satu pejabat balai yang tidak berada di tempat.
“Pak Kepala Balai di sini dulu. Saya bicara untuk Bapak loh. Mau ke mana?” ujar AHY dengan nada tegas.
Ia bahkan beberapa kali meminta pejabat tersebut untuk kembali dan duduk di tempat, menegaskan pentingnya mendengarkan arahan secara langsung.
“Gimana mau mendengarkan arahan kalau Bapak enggak ada? Dua kali saya panggil enggak ada,” lanjutnya.
Baca Juga: MPR RI Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan
Soroti Keseriusan Penanganan Banjir
Ketegasan AHY bukan tanpa alasan. Dalam kesempatan itu, ia tengah membahas persoalan serius terkait kapasitas Sungai Ciliwung yang dinilai belum ideal untuk menampung debit air.
Ia menjelaskan bahwa lebar sungai saat ini hanya sekitar 15–25 meter, dengan kapasitas sekitar 200 meter kubik per detik. Padahal, untuk mengantisipasi banjir, lebar sungai idealnya mencapai 35–50 meter dengan kapasitas hingga 470 meter kubik per detik.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama mengapa banjir masih kerap terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Fokus pada Substansi, Bukan Formalitas
Setelah situasi kembali kondusif, AHY menegaskan bahwa teguran tersebut bukan persoalan personal, melainkan demi memastikan semua pihak fokus pada substansi kebijakan.
Ia meminta jajaran terkait untuk benar-benar memahami data dan urgensi penanganan sungai, termasuk normalisasi, pengerukan, serta pengendalian sampah.
“Ini kebijakan penting sekali. Saya ingin kita fokus pada substansinya,” tegasnya.
Baca Juga: Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG Mual dan Muntah Usai Santap Daging Krengsengan
Sungai Kritis dan Ancaman Banjir
Dalam paparannya, AHY juga menyoroti kondisi sungai yang semakin kritis akibat penyempitan, pendangkalan, dan pencemaran sampah.
Ia menyebut, tanpa penanganan serius dari hulu hingga hilir mulai dari kawasan Bogor, Depok, hingga Jakarta, banjir akan terus menjadi ancaman tahunan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Pesan Keras untuk Semua Pihak
Di akhir kunjungan, AHY mengingatkan bahwa persoalan banjir bukan sekadar isu teknis, tetapi menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga meminta media dan publik untuk ikut menyuarakan kondisi sungai yang semakin memprihatinkan, sekaligus mendorong perubahan perilaku, terutama dalam hal pengelolaan sampah.
“Kalau kita tidak serius, masyarakat yang akan menanggung dampaknya,” ujarnya.
Momen emosional AHY ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai sikap tegas tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang tak kunjung tuntas. (*)
Editor : Miftahul Khair