Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

KemenPPPA Pantau Pemulihan Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sejumlah Anak Alami Trauma dan Gangguan Kesehatan

Basilius Andreas Gas • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati saat wawancara doorstop di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (14/1). (ANTARA/Anita Permata Dewi)
 Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati saat wawancara doorstop di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (14/1). (ANTARA/Anita Permata Dewi)

PONTIANAK POST-, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus mengawasi proses pemulihan kondisi fisik dan psikologis anak-anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu menyampaikan bahwa Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Yogyakarta bersama instansi terkait terus memberikan layanan pendampingan psikologis maupun hukum, sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan anak. Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran berat badan, lingkar lengan, lingkar kepala, serta pemantauan tumbuh kembang.

"UPTD PPA Kota Yogyakarta terus memberikan layanan pendampingan psikologi dan hukum, serta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan kesehatan kepada anak yang terdiri dari pengecekan berat badan, lingkar tangan, lingkar kepala, dan tumbuh kembang anak," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali ditemukan, banyak anak dalam kondisi kesehatan yang memprihatinkan dan mengalami sejumlah penyakit.

"Secara umum mengenai kondisi kesehatan, banyak anak yang mengalami penyakit pneumonia, impetigo, batuk, dan pilek," kata Titi Eko Rahayu.

Berdasarkan hasil skrining tumbuh kembang oleh Dinas Kesehatan, ditemukan sejumlah anak mengalami kekurangan gizi serta ketidakseimbangan berat dan tinggi badan. Sebagai tindak lanjut, anak-anak tersebut telah dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan pembiayaan Jamkesda Kota Yogyakarta dan Jamkesos Provinsi DIY, termasuk rujukan ke ahli gizi dan psikolog.

"Sebagai upaya tindak lanjut, anak-anak tersebut sudah dirujuk ke puskesmas dengan pembiayaan Jamkesda Kota Yogyakarta dan Jamkesos Provinsi DIY, terdapat 12 anak yang dirujuk ke ahli nutrisi, 18 anak dirujuk ke psikologi, dan 5 anak rujuk gabungan," kata Titi Eko Rahayu.

Selain masalah fisik, hasil asesmen psikologis juga menunjukkan banyak anak mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Data UPTD PPA DIY mencatat total 163 anak menjadi korban kekerasan dan penelantaran di daycare itu, terdiri dari 88 anak laki-laki dan 75 anak perempuan, dengan rentang usia mulai dari bayi hingga di atas enam tahun.

Polresta Yogyakarta sebelumnya telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus tersebut, yang terdiri dari pengelola yayasan, kepala sekolah, serta para pengasuh daycare. Dari jumlah itu, dua orang berperan sebagai pimpinan, yakni DK (51) dan AP (42), sementara sebelas lainnya merupakan pengasuh. (*)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#daycare #KemenPPPA #korban kekerasan #dinkes #UPTD PPA