PONTIANAK POST – Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat I, Syarif Abdullah Alkadrie menyoroti polemik dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat Pilar MPR RI yang digelar di Kota Pontianak dan diikuti pelajar tingkat SMA.
Syarif mengaku prihatin setelah beredarnya video dan informasi di media sosial terkait dugaan ketidaktepatan penilaian dewan juri terhadap jawaban salah satu peserta lomba.
“Prihatin sekali saya ini. Selama dua hari ini membuka media sosial, ada berita berkaitan dengan di wilayah dapil saya, di mana ada pelaksanaan kegiatan MPR yang menyelenggarakan pertandingan cerdas cermat yang diikuti anak-anak SMA,” ujar Sekretaris Fraksi Nasdem MPR RI ini.
Baca Juga: Viral Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar, Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf dan Janji Tindak Juri
Menurutnya, polemik muncul ketika terdapat jawaban peserta yang dinilai sebenarnya benar, namun karena faktor pendengaran atau penilaian teknis dari tim juri, salah satu peserta justru mendapat pengurangan nilai.
“Di dalam penyelenggaraan itu ada jawaban yang disampaikan oleh peserta yang sama-sama benar sebenarnya. Cuma mungkin pendengaran daripada tim penilai kurang begitu jelas. Akibatnya yang satu diberi nilai minus, yang satu diberi nilai benar,” katanya.
Politisi Partai NasDem itu menilai, dalam kondisi seperti tersebut, panitia dan dewan juri seharusnya melakukan evaluasi ulang dengan memutar kembali rekaman jawaban peserta sebelum mengambil keputusan akhir.
“Seharusnya kalau seperti itu terjadi diputar ulang. Kalau memang benar jawabannya sesuai dengan apa yang disampaikan peserta dan itu memang benar, seharusnya dibatalkan saja atau diberi nilai yang sama,” tegasnya.
Ia menyebut keputusan yang tidak cermat berpotensi merugikan peserta dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, terlebih kegiatan tersebut melibatkan pelajar.
“Sama-sama 100 atau sama-sama 10 sehingga tidak ada yang dirugikan,” lanjutnya.
Karena itu, Syarif meminta dewan juri dan pihak penyelenggara segera menyampaikan permintaan maaf kepada sekolah peserta yang merasa dirugikan maupun kepada masyarakat Kalimantan Barat.
“Maka untuk itu saya minta kepada dewan juri dan penyelenggara untuk secepatnya meminta maaf kepada sekolah yang bersangkutan dan juga kepada masyarakat Kalbar,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan kegiatan serupa ke depan harus menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan lomba berjalan lebih profesional, transparan, dan tidak memunculkan polemik baru.
“Ke depan tentu kita akan evaluasi ini. Jangan sampai terjadi lagi sehingga di dalam penyelenggaraan itu betul-betul tidak membuat kegaduhan, apalagi merugikan peserta maupun masyarakat,” katanya.
Baca Juga: MPR RI Minta Maaf soal Polemik LCC 4 Pilar Kalbar, Juri dan MC Resmi Dinonaktifkan
Syarif berharap insiden tersebut menjadi pengalaman terakhir dan dapat menjadi momentum perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan maupun kebangsaan yang melibatkan pelajar di Kalimantan Barat.
“Ini pengalaman terakhir yang harus menjadi perbaikan kita ke depan,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair