PONTIANAK POST- Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mendukung musim tanam April hingga September 2026.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan langkah ini bagian dari strategi perusahaan menjaga kontinuitas produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani di tengah dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok bahan baku.
"Ketersediaan stok ini salah satu indikator kesiapan perusahaan menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin ketersediaan pupuk bagi petani," ujar Daconi di Jakarta, Rabu.
Perusahaan mengoptimalkan fasilitas produksi, memperkuat stok pupuk bersubsidi, serta memanfaatkan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group agar pupuk tersedia tepat waktu. Selain itu, BUMN ini melakukan diversifikasi sumber bahan baku seperti phosphate rock, potash, dan sulphur, serta mengoptimalkan pasokan sulphuric acid produksi dalam negeri.
Per 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi terdiri atas Urea 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton. Stok ini tersedia di jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan melalui PPTS sesuai ketentuan.
Daconi memastikan pemerintah telah menyederhanakan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, dari 145 aturan menjadi satu peraturan induk, Perpres Nomor 6 Tahun 2025, dilengkapi Perpres 113/2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025. Penyederhanaan ini mempermudah distribusi pupuk ke seluruh Indonesia.
Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi 9,85 juta ton, lebih tinggi 35 persen dibanding periode sama tahun 2025. PI Group juga melakukan pengawasan ketat agar PPTS mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.
Daconi mengimbau petani menebus pupuk di PPTS atau kios resmi untuk mendapatkan produk asli dan menghindari produk palsu yang ditawarkan oknum tidak bertanggung jawab. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas