Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cinta Laura Angkat Bicara Soal Kasus Nadiem Makarim: “18 Tahun Tuntutan Jaksa, Pesan Buruk untuk Generasi Muda”

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:54 WIB
Cinta Laura. (DOK JAWA POS)
Cinta Laura. (DOK JAWA POS)

PONTIANAK POST - Unggahan Cinta Laura di platform X pada (14/5) memantik perdebatan publik setelah ia menyoroti tuntutan 18 tahun penjara terhadap sosok yang dinilainya telah berkontribusi besar bagi negara.

Pernyataannya tak hanya membahas kasus individu, tetapi juga mengkritik pola sistemik yang dianggap melemahkan semangat generasi muda untuk terjun ke pemerintahan.

Aktris sekaligus aktivis sosial, Cinta Laura, kembali menyuarakan pandangan kritisnya terhadap dinamika politik dan hukum di Indonesia.

Baca Juga: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Sakit Hati Dituntut Uang Pengganti Rp5,67 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Melalui unggahannya itu, ia menyoroti tuntutan jaksa selama 18 tahun terhadap sosok yang disebut telah mengabdikan waktu dan energi untuk memajukan bangsa yang menyeret nama Nadiem Makarim.

“18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu,” tulisnya.

Cinta mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat perkara dari sudut pandang politik semata.

Ia menekankan pentingnya merenungkan makna di balik angka tuntutan tersebut. Menurutnya, kasus ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola berulang yang berpotensi merusak ekosistem kepemimpinan di Indonesia.

Baca Juga: Nadiem Makarim Sakit Hati Dituntut Uang Pengganti Rp5,67 Triliun, Sebut Hartanya Tak Sebesar Itu

Pola Sistemik yang Dianggap Menghancurkan

“Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan,” lanjutnya.

Ia menggambarkan bagaimana individu-individu cerdas dan kompeten yang masuk ke dalam pemerintahan sering kali justru berakhir tersingkir, bukan selalu karena kesalahan, tetapi karena dianggap mengganggu sistem yang ada.

Paradoks Ajakan untuk Generasi Muda

Cinta juga menyoroti paradoks yang terjadi di masyarakat. Di satu sisi, generasi muda didorong untuk berkontribusi dalam pemerintahan dan membawa perubahan.

Namun di sisi lain, realitas yang mereka saksikan justru memperlihatkan risiko besar yang harus dihadapi.

“Siapa juga yang mau kalau mereka melihat langsung kejadian seperti ini?” lanjutnya, mempertanyakan efektivitas ajakan kepada anak muda untuk mengabdi di sektor publik.

Kritik terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Dalam penutup unggahannya, Cinta menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi tata kelola negara.

Baca Juga: Kaget Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Tuntutan Melebihi Teroris atau Pembunuh

Ia menilai bahwa kemajuan sektor kreatif dan inovasi tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan sistem pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.

“Ini momen yang sedih banget buat Indonesia,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya pada satu kasus, tetapi pada sinyal yang ditangkap oleh banyak orang: bahwa negara mungkin belum sepenuhnya siap melindungi mereka yang ingin membawa perubahan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#nadiem makarim #18 tahun penjara #cinta laura #tuntutan