Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pupuk Indonesia Optimalkan Distribusi Nasional Seiring Lonjakan Penebusan Pupuk Subsidi yang Naik 36 Persen pada 2026

Basilius Andreas Gas • Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:47 WIB
 Petugas memindahkan sejumlah karung pupuk menggunakan forklift di gudang Pupuk Indonesia. (ANTARA/HO-Pupuk Indonesia.)
 Petugas memindahkan sejumlah karung pupuk menggunakan forklift di gudang Pupuk Indonesia. (ANTARA/HO-Pupuk Indonesia.)

PONTIANAK POST- PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoptimalkan distribusi pupuk nasional untuk memenuhi kebutuhan petani seiring meningkatnya penebusan pupuk subsidi yang hingga awal Mei 2026 mencapai 3,4 juta ton atau naik 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan peningkatan penebusan menunjukkan tingginya antusiasme petani setelah pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi dan menyederhanakan tata kelola distribusi.

“Peningkatan penebusan menunjukkan antusias petani yang tinggi, terutama setelah penurunan HET pupuk subsidi dan penyederhanaan tata kelola distribusi,” ujar Yehezkiel.

Ia menjelaskan penurunan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai berlaku sejak Oktober 2025 sehingga memberikan kemudahan bagi petani dalam memperoleh pupuk dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, penyederhanaan tata kelola distribusi melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 juga dinilai memperlancar akses pupuk subsidi di tingkat petani.

Menurut dia, tingginya penebusan pupuk turut dipengaruhi curah hujan yang berlangsung lebih panjang di sejumlah daerah sehingga kebutuhan pupuk meningkat.

“Karena itu, kami terus memastikan distribusi pupuk berjalan optimal agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Yehezkiel.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk nasional hingga 11 Mei 2026 mencapai 1,1 juta ton.

Perseroan juga memanfaatkan teknologi digital melalui Command Center dan aplikasi i-Pubers guna memantau distribusi serta kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios dan lokasi penyerahan.

Yehezkiel mengatakan sistem tersebut memungkinkan perusahaan mendeteksi wilayah dengan permintaan tinggi sehingga realokasi stok dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu laporan manual.

Menurut dia, percepatan distribusi didukung infrastruktur logistik terintegrasi mulai dari pelabuhan, armada kapal hingga jaringan gudang yang memungkinkan perpindahan stok antarwilayah berjalan lebih efisien.

“Melalui Command Center dan sistem i-Pubers, kami dapat memantau kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios. Sistem ini memungkinkan respons distribusi dilakukan lebih cepat apabila terdapat daerah dengan kebutuhan pupuk yang tinggi,” ujar Yehezkiel Adiperwira. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#pupuk #petani #Distribusi #het #subsidi