Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BPBD Sulbar Siaga 24 Jam Memantau Dampak Banjir dan Longsor di Mamasa serta Polewali Mandar di Tengah Hujan Lebat

Basilius Andreas Gas • Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:16 WIB
Kondisi salah satu kawasan di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa yang diterjang banjir dan longsor akibat intensitas hujan tinggi dan berlangsung cukup lama. (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)
Kondisi salah satu kawasan di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa yang diterjang banjir dan longsor akibat intensitas hujan tinggi dan berlangsung cukup lama. (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar)

PONTIANAK POST- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Kami tetap bersiaga 24 jam dan siap turun apabila terdapat permohonan bantuan dari pemerintah kabupaten maupun penetapan status tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju, Sabtu.

Ia menjelaskan, intensitas hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil sehingga memicu terjadinya banjir dan longsor di sejumlah titik.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Mamasa, hujan deras di Kecamatan Aralle menyebabkan banjir yang disertai longsor. Material longsoran terbawa arus sungai hingga masuk ke kawasan permukiman dan merusak rumah warga.

Data sementara mencatat tiga rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan dua rumah lainnya rusak ringan.

Sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 23 jiwa terdampak bencana tersebut dan sementara mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu situasi kembali aman.

BPBD Kabupaten Mamasa bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tagana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta pendataan dampak bencana.

Selain itu, koordinasi dengan aparat setempat terus dilakukan guna menentukan langkah penanganan lanjutan.

"Untuk kejadian di Aralle sudah ada laporan resmi dan bantuan juga sudah bergerak ke lokasi, bahkan kami sudah menurunkan dua orang tim asesmen. Sementara kejadian lain masih dalam tahap asesmen sehingga belum bisa dirilis secara resmi," jelas Yasir Fattah.

Sementara itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Dusun Katimbang, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar.

Longsor sepanjang sekitar 70 meter tersebut mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan, terdiri atas dua rumah rusak ringan dan dua rumah rusak berat.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir," kata Yasir Fattah. (*)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Mamasa #Polewali Mandar #bpbd #Hujan