PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto meyakinkan masyarakat bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kokoh. Pernyataan tersebut merespons nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan nilai mata uang Garuda ini tercatat terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Presiden menegaskan kondisi ekonomi domestik masih sangat kuat.
"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat," ujar Prabowo di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Presiden menyampaikan hal itu saat meluncurkan 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia meminta seluruh pemimpin untuk fokus bekerja demi kesejahteraan rakyat.
Di hadapan pejabat negara dan direksi BUMN, Presiden mengimbau warga agar tidak terlalu khawatir. Berdasarkan data hari Jumat (15/5), posisi rupiah berada di level Rp17.600 per dolar AS.
Baca Juga: Presiden Prabowo Puji Mentan Amran, Indonesia Kini Dilirik Dunia Berkat Pertanian yang kuat
Kelakar Presiden Prabowo Soal Dampak Dolar AS
Presiden sempat berkelakar saat membahas isu penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah tersebut. Ia menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menenangkan suasana.
"Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir," seloroh Prabowo disambut tawa para hadirin.
Prabowo menambahkan bahwa masyarakat di desa tidak menggunakan mata uang dolar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pihak yang paling pusing dengan kondisi ini adalah mereka yang suka ke luar negeri.
Baca Juga: Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan Masih Ratusan Triliun, Kata Presiden Prabowo
Mental Bangsa Pemenang di Tengah Tantangan Global
Presiden kemudian menyapa Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang turut hadir. Ia berseloroh bahwa ketua pengusaha seperti Anin yang wajar merasa pusing.
Selain itu, hadir pula sejumlah menteri kabinet serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Heriyadi. Prabowo memanfaatkan momentum ini untuk membakar semangat seluruh elemen bangsa.
Presiden menegaskan Indonesia harus memiliki mental yang kuat sebagai bangsa pemenang di tengah tantangan global. Sikap sebagai bangsa yang lemah dan kalah harus segera dihilangkan dari sanubari.
"Kita harus jadi bangsa yang menang, dan kita akan menang, kita akan kuat," pungkas Prabowo.(ant)
Editor : Uray Ronald