Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Imbas Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Pemerintah Diminta Amankan Harga Sembako

Uray Ronald • Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:37 WIB
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am)

 

PONTIANAK POST - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.614. Salah satu pemicu utamanya adalah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi H. Amro, menyatakan melemahnya mata uang domestik dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian global. Salah satu faktor eksternal yang paling dominan saat ini adalah ketegangan perang di kawasan Timur Tengah.

"Kita melihat bahwa nilai tukar rupiah ini kan banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang mempengaruhinya itu adalah naiknya harga minyak dunia, yang kejadiannya tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tapi juga di dunia dengan perang yang belum tahu kapan berakhir ini. Harga minyak kita kemarin itu mencapai 105 US Dollar per barel," kata Fauzi H. Amro kepada JawaPos.com di Jakarta, Jumat (15/5).

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Makin Nyata, Pengamat Sesalkan Sikap Santai Presiden Prabowo

Efek Domino Terhadap Perekonomian Rakyat dan Harga Sembako

Legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut tidak menampik bahwa anjloknya nilai tukar rupiah akan berdampak langsung pada masyarakat. Fluktuasi kurs yang tidak terkendali berpotensi memukul daya beli dan perekonomian riil.

"Dampak ekonominya yang paling terasa menurut saya pribadi," ujarnya.

Meski demikian, Fauzi menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya keras menahan gejolak harga BBM bersubsidi. Langkah tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas sembako di pasar.

"Karena selama harga minyak (subsidi) tidak naik, maka harga sembako juga tidak akan naik," tuturnya.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.600, Presiden Prabowo Minta Warga Desa Tidak Perlu Khawatir

Guna mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah, Fauzi menyarankan agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah taktis menstabilkan dolar. Pemerintah juga diminta menjaga ritme pendapatan negara dari sektor pajak, bea cukai, hingga PNBP.

Ia optimistis jajaran bank sentral mampu meredam gejolak ini berdasarkan rekam jejak mereka dalam mengatasi krisis terdahulu. Pengalaman masa lalu menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan ekonomi saat ini.

"Saya yakin dengan kemampuan Pak Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, beserta jajarannya seperti Bu Aida dan Bu Filianingsih yang sudah sangat berpengalaman menghadapi guncangan ekonomi sejak zaman Covid hingga krisis moneter dulu," pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
#nilai tukar rupiah #kurs dolar AS #bank indonesia #harga minyak dunia #komisi XI DPR