Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib untuk Siswa SD Mulai Tahun Ajaran 2027 di Seluruh Indonesia

Basilius Andreas Gas • Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Muti (Tengah) didampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat acara peresmian revitalisasi sekolah di Lombok Timur, Minggu (17/5). (ANTARA/Akhyar Rosidi).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Muti (Tengah) didampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat acara peresmian revitalisasi sekolah di Lombok Timur, Minggu (17/5). (ANTARA/Akhyar Rosidi).

PONTIANAK POST- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan pelajaran Bahasa Inggris akan mulai diterapkan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027.

Kebijakan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sikur, Lombok Timur, Minggu.

“Mulai 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar program tersebut dapat diterapkan secara optimal di seluruh Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru-guru SD sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan dasar.

“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran Bahasa Inggris,” katanya.

Menurut Abdul Mu'ti, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan global sejak usia dini.

"Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Ia menegaskan kesiapan tenaga pendidik menjadi fokus utama sebelum kebijakan diterapkan secara nasional pada 2027 mendatang.

"Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Abdul Mu'ti menilai revitalisasi dan digitalisasi pendidikan bukan sekadar target program, melainkan langkah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

"Karena itu Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (ant)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#pelajaran wajib #kemendikdasmen #pelatihan #guru sd #bahasa inggris