Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar, Primus Manusia Milenium Desak Gubernur BI Mundur

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:22 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio dalam rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia. (YOUTUBE)
Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio dalam rapat kerja dengan Gubernur Bank Indonesia. (YOUTUBE)

PONTIANAK POST - Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp17.700 per dolar AS memicu kritik tajam dari anggota DPR.

Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio secara terbuka meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mempertimbangkan mundur dari jabatannya.

Desakan Mundur di Tengah Tekanan Rupiah

Dalam rapat bersama jajaran Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5), Primus Yustisio menyampaikan kritik langsung kepada Perry Warjiyo.

Baca Juga: Ekonom Sarankan Pemerintah dan BI Bergerak Sinkron Tangani Pelemahan Rupiah Agar Tidak Dorong Inflasi Lebih Luas

“Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Mungkin sudah saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah, selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” ujarnya dikutip dari kanal Youtube TVR Parlemen (18/5).

Politikus PAN tersebut menilai langkah mundur bukanlah hal memalukan, melainkan bentuk tanggung jawab seorang pejabat publik.

Soroti Anomali Ekonomi Nasional

Pria yang terkenal lewat sinetron laga sebagai Manusia Milenium itu menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang tidak biasa. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi tercatat cukup baik, namun di sisi lain nilai tukar rupiah justru terus melemah.

“Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar AS,” katanya.

Baca Juga: 80 Stan UMKM Meriahkan Gawe Dayak Naik Dango XXVI di Singkawang, Perputaran Ekonomi Diperkirakan Tembus Miliaran Rupiah

Ia juga menyoroti bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang global lainnya.

Kepercayaan Pasar Dipertanyakan

Menurut Primus, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar dari pelaku pasar dan investor global terhadap kredibilitas otoritas moneter.

“Ini yang menurut saya harus tajam dipertanyakan, kenapa rupiah kita ini lemah, dan ironisnya terhadap semua mata uang,” tegasnya.

Ia menilai langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar belum cukup meyakinkan pasar.

Desak Sikap Tegas dari Bank Sentral

Lebih lanjut, Primus meminta agar Bank Indonesia tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. Ia bahkan menyinggung soal kredibilitas lembaga dan kepemimpinan di dalamnya.

“Bank Indonesia sudah mengesampingkan kredibilitasnya, Anda sebagai pimpinan harus gentleman, harus berani melawan, ada apa ini, kenapa ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Rupiah dan Indonesia

Pernyataan ini menambah panas dinamika ekonomi nasional, di tengah tekanan global yang turut memengaruhi nilai tukar rupiah.

Sorotan kini tertuju pada langkah yang akan diambil Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs ke depan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#nilai tukar rupiah #primus yustisio #manusia milenium #gubernur bank indonesia #anggota dpr ri