PONTIANAK POST- Kementerian Perindustrian mempercepat pengembangan ekosistem bus listrik nasional melalui penguatan industri kendaraan listrik berbasis tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta percepatan penggunaan transportasi publik ramah lingkungan.
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengatakan industri otomotif nasional saat ini dinilai siap mendukung perkembangan kendaraan listrik berbasis baterai, termasuk untuk kendaraan berat seperti bus dan truk listrik.
“Di Indonesia saat ini ada sembilan industri lokal yang memproduksi bus dan truk listrik. Kita telah mampu melayani kebutuhan angkutan barang hingga kendaraan layanan khusus,” kata Mahardi saat pembukaan INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta, Rabu.
Menurut Mahardi, sejumlah produk bus listrik dalam negeri bahkan telah mencatatkan nilai TKDN di atas 40 persen, termasuk pada sektor industri karoseri.
Ia menjelaskan Kementerian Perindustrian juga tengah merevisi regulasi mengenai komponen utama TKDN guna mendukung peningkatan kandungan lokal pada industri kendaraan listrik nasional.
“Kami sedang melakukan revisi per dirjen komponen utama TKDN bersama pelaku industri karoseri dan dalam waktu dekat regulasi itu diharapkan bisa diterbitkan,” ujarnya.
Mahardi menambahkan pemerintah tetap akan menjalankan kebijakan insentif kendaraan listrik berbasis TKDN untuk memperkuat industri nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.
Menurut dia, target minimum TKDN kendaraan listrik nasional pada 2026 dipatok mencapai 40 persen sesuai peta jalan pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai nasional.
Selain memperkuat industri, percepatan elektrifikasi transportasi juga mulai terlihat dari komitmen sejumlah pemerintah daerah yang secara bertahap mulai menggunakan bus listrik sebagai armada transportasi publik.
Mahardi menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ia menambahkan industri otomotif Indonesia saat ini memiliki fondasi yang kuat dengan 41 pabrikan kendaraan roda empat berkapasitas produksi hingga 2,5 juta unit per tahun, investasi mencapai Rp163 triliun, serta menyerap lebih dari 69 ribu tenaga kerja langsung.
“Dengan kolaborasi, dukungan investasi, dan komitmen bersama, kami yakin ekosistem industri otomotif Indonesia akan semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing global,” kata Mahardi. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara