PONTIANAK POST- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok elpiji 3 kilogram di sejumlah pangkalan masih dalam kondisi aman meski muncul kekhawatiran masyarakat akibat meningkatnya pembelian menjelang hari raya.
Kepastian itu disampaikan usai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Kamis (21/5). Sidak tersebut dipimpin langsung Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal.
Dalam pemantauan tersebut, elpiji 3 kilogram menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus, terutama terkait stok di tingkat pangkalan dan pola konsumsi masyarakat.
“Kami cek LPG di pangkalan, stok relatif stabil,” ujar Faozal.
Meski demikian, mantan Penjabat Sekda NTB itu mengakui terdapat dinamika di masyarakat yang memunculkan kesan seolah terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi.
Menurut dia, kondisi tersebut dipicu perubahan pola pembelian masyarakat yang mulai berlebihan atau overestimate terhadap kebutuhan gas rumah tangga.
“Jadi ada case tersendiri, menurut Kadis Perindustrian, karena masyarakat sudah mulai overestimate terhadap ketersediaan,” katanya.
Faozal menjelaskan, faktor psikologis menjelang hari raya memicu aksi panic buying di tengah masyarakat. Banyak warga memilih menambah stok tabung gas di rumah meski kebutuhan konsumsi sebenarnya tidak meningkat signifikan.
Akibatnya, distribusi elpiji di tingkat hilir mengalami tekanan karena lonjakan pembelian dalam waktu singkat.
“Jadi di rumah itu biasanya dua tabung, sekarang sudah jadi empat tabung, dia habis dua tabung, dia beli lagi empat tabung,” ungkapnya. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas