PONTIANAK POST- Pembatalan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 103 buruh PT Multistrada Arah Sarana melalui mediasi Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri menjadi harapan baru bagi pekerja di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi sektor industri.
Konsensus Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Bekasi meminta kalangan industri tidak gegabah mengambil langkah PHK dan lebih mengedepankan komunikasi dengan pekerja saat menghadapi kondisi krisis.
Sekretaris KC FSPMI Bekasi, Sarino, mengatakan situasi ekonomi dunia saat ini turut memengaruhi sektor manufaktur di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Meski demikian, ia menyesalkan masih adanya perusahaan yang memilih melakukan PHK sepihak tanpa melalui proses dialog dengan serikat pekerja.
“Banyak pengusaha itu tidak melakukan langkah-langkah komunikasi, langsung main PHK saja dan melakukan segala cara,” ujar Sarino saat dikonfirmasi, Kamis (21/5).
Menurut dia, persoalan hubungan industrial seperti yang terjadi di PT Multistrada sebenarnya dapat dicegah apabila perusahaan bersikap terbuka terkait kondisi yang sedang dihadapi.
Sarino menilai para pekerja memahami tekanan berat yang dialami perusahaan akibat ketidakpastian ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar dan situasi geopolitik internasional yang belum stabil.
“Kita pasti was-was dengan kondisi sekarang yang tidak pasti, nilai dolar naik dan situasi geopolitik dunia juga belum selesai. Kalau perusahaan tidak sanggup bertahan, yang paling besar merasakan dampaknya pasti buruh,” katanya. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas