Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

1.200 Kilometer Tuntas, Pekerjaan Sesungguhnya Baru Dimulai: Gary, Kelly, dan Sam Kampanyekan Sungai Bersih dari Bali ke Jakarta

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:41 WIB
Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib dan Sam Bencheghib (tengah) berlari untuk gerakan Run for Rivers sejauh 1.200 kilometer di Monas, Jakarta, Minggu (24/05/2026). Run for Rivers adalah ekspedisi lingkungan yang diinisiasi oleh Sungai Watch, berupa aksi lari lintas wilayah sejauh 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta. Gerakan ini fokus pada pengumpulan data sampah sungai, kampanye pengurangan plastik, dan aksi bersih-bersih bersama komunitas. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib dan Sam Bencheghib (tengah) berlari untuk gerakan Run for Rivers sejauh 1.200 kilometer di Monas, Jakarta, Minggu (24/05/2026). Run for Rivers adalah ekspedisi lingkungan yang diinisiasi oleh Sungai Watch, berupa aksi lari lintas wilayah sejauh 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta. Gerakan ini fokus pada pengumpulan data sampah sungai, kampanye pengurangan plastik, dan aksi bersih-bersih bersama komunitas. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

 

PONTIANAK POST — Air mata haru pecah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (24/5), ketika Kelly Bencheghib bersama dua adiknya, Sam dan Gary, menuntaskan Kampanye Run for Rivers sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta.

Selama 58 hari, tiga bersaudara pendiri Sungai Watch itu berlari melintasi berbagai daerah untuk mengampanyekan pentingnya menjaga sungai tetap bersih dari sampah.

Sekitar 50 meter sebelum garis finis, Kelly menggenggam tangan kedua adiknya. Mereka bertiga kemudian bergandengan menuju titik akhir perjalanan yang penuh emosi tersebut.

“Banyak yang memeluk dan mengucapkan selamat kepada kami. Ini momen yang sangat emosional dalam hidup saya,” ujar Kelly.

Perjalanan panjang itu bukan sekadar tantangan fisik. Bagi Bencheghib bersaudara, lari Bali–Jakarta menjadi simbol kepedulian terhadap kondisi sungai dan persoalan sampah yang masih ditemukan di banyak wilayah Indonesia.

Sam mengatakan perjalanan tersebut memperlihatkan secara langsung persoalan lingkungan yang masih terjadi di sepanjang rute yang mereka lalui.

“Ini gila, setelah 1.200 kilometer dan 58 hari, semuanya berakhir juga. Kami senang dan bangga,” katanya.

Menurut dia, aksi lari itu merupakan bentuk kampanye agar masyarakat lebih sadar terhadap pencemaran sungai dan kebiasaan membuang maupun membakar sampah sembarangan.

Di tengah suasana haru penyambutan, Catherine, ibu Kelly, Gary, dan Sam, ikut menyaksikan langsung keberhasilan ketiga anaknya menyelesaikan perjalanan panjang tersebut.

Perempuan asal Prancis itu mengaku bangga karena anak-anaknya memilih memperjuangkan isu lingkungan di Indonesia, negara tempat mereka telah lama tinggal.

“Agar generasi mendatang di Indonesia bisa menikmati sungai yang bersih untuk kehidupan,” ujarnya.

Pernyataan Catherine menggambarkan harapan sederhana yang menjadi inti kampanye tersebut: sungai yang bersih untuk masa depan generasi berikutnya.

Meski perjalanan telah selesai, Bencheghib bersaudara menegaskan pekerjaan utama justru baru akan dimulai. Selama perjalanan 58 hari, mereka melakukan pemetaan berbagai persoalan sungai dan sampah yang ditemui di lapangan.

Sam mengatakan hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan setelah kampanye berakhir.

“Setelah ini, saya, Kelly, dan Gary akan mulai memikirkan rencana atas hasil pemetaan sungai selama perjalanan Bali ke Jakarta,” katanya.

Kelly menambahkan pihaknya akan menggunakan dana donasi Kampanye Run for Rivers untuk merancang solusi konkret terkait pencemaran sungai.

“Kami sekarang akan merancang solusi. Kami akan mencoba menggunakan uang donasi Kampanye Run for Rivers dengan baik,” ujarnya.

Salah satu temuan yang paling banyak mereka jumpai selama perjalanan adalah praktik pembakaran sampah di pinggir jalan dan bantaran sungai.

Menurut Gary, kondisi tersebut menunjukkan persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah.

“Kami ingin 10 tahun lagi, ketika kembali berlari Bali-Jakarta, tidak ada lagi sampah yang dibakar di pinggir jalan dan sungai yang penuh sampah,” katanya.

Harapan itu menjadi pesan utama kampanye Run for Rivers: perubahan lingkungan membutuhkan kesadaran bersama, bukan hanya aksi segelintir orang.

Aksi Bencheghib bersaudara mendapat perhatian luas karena memadukan kampanye lingkungan dengan pendekatan kemanusiaan dan aksi nyata di lapangan.

Di tengah meningkatnya persoalan sampah dan pencemaran sungai di Indonesia, gerakan seperti Run for Rivers dinilai menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. (jpc)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Sungai Watch #Run for Rivers #sungai bersih #Bali Jakarta #Bencheghib bersaudara