Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Heboh Pocong Jadi-Jadian di Bekasi, Polisi Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada

Hanif • Selasa, 26 Mei 2026 | 09:55 WIB
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni saat diwawancarai wartawan terkait beredarnya rumor tentanng pocong di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni saat diwawancarai wartawan terkait beredarnya rumor tentanng pocong di Kota Bekasi, Jawa Barat.

PONTIANAK POST - Lampu-lampu rumah mulai redup ketika kabar tentang “pocong jadi-jadian” menyebar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya di kawasan permukiman Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa hari ini. Sebagian warga memilih menutup pintu lebih awal, sementara lainnya berjaga di pos ronda sambil membicarakan video sosok berbaju putih yang disebut berkeliaran pada malam hari.

Ramainya isu pocong jadi-jadian yang meresahkan warga mendapat perhatian serius dari Polres Metro Bekasi. Di tengah keresahan itu, Polres Metro Bekasi memastikan isu pocong hanyalah ulah manusia yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti warga.

Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. “Jangan mudah percaya dengan adanya isu pocong,” ujarnya, Minggu (24/5) malam.

Sumarni, meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. “Jangan mudah percaya dengan adanya isu pocong,” ujarnya, Minggu (24/5) malam.

Baca Juga: Bareskrim Tegaskan Polisi jadi Bandar Narkoba Akan Dipecat: Mantan Kasat Narkoba Kutai Barat Ditahan terkait TPPU

 

Polisi Minta Warga Tak Takut

Menurut Sumarni, sosok pocong yang muncul di tengah permukiman besar kemungkinan hanyalah ulah manusia yang sengaja menyamar menggunakan pakaian putih untuk menakut-nakuti warga.

“Andai pun benar ada, masyarakat nggak perlu takut. Nggak mungkin ada pocong, pasti itu manusia yang nyaru pakai pakaian,” katanya.

Ia meminta warga tetap tenang dan tidak main hakim sendiri apabila menemukan sosok mencurigakan. Polisi menyarankan masyarakat segera melapor melalui layanan darurat 110 atau kantor polisi terdekat.

“Kalau pun ada masyarakat tinggal telepon 110 atau tangkap ramai-ramai amankan,” ujarnya.

Menurut dia, petugas kepolisian siap turun langsung untuk menangani laporan warga terkait aksi teror tersebut.

 

Siskamling Diminta Dihidupkan

Selain mengimbau warga agar tidak panik, polisi juga meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling. “RW-RW aktifkan siskamling,” kata Sumarni.

Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah aksi prank maupun tindak kriminal yang memanfaatkan isu pocong jadi-jadian.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Mahmud, menilai fenomena pocong jadi-jadian yang ramai di media sosial memiliki dua kemungkinan motif.

Pertama, modus kriminalitas untuk menakut-nakuti warga demi melancarkan aksi kejahatan. Kedua, sekadar mencari sensasi konten media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kedua tindakan ini tidak dibenarkan dalam agama karena menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahmud juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi video atau informasi yang beredar tanpa sumber jelas.

Ia menekankan pentingnya tabayyun atau verifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. “Dalam perspektif agama Islam, setiap berita perlu diverifikasi kebenarannya sebelum disebarkan,” katanya.

 

Prank Meresahkan Dinilai Haram

Menurut Mahmud, prank atau konten mistis yang berlebihan tidak bisa dianggap sekadar candaan apabila sudah menimbulkan keresahan dan mengganggu psikologis masyarakat.

“Membuat prank boleh jika sifatnya hanya untuk bercanda tanpa menyakiti atau merugikan pihak lain. Namun jika menimbulkan keresahan atau membahayakan orang lain, itu bukan lagi prank melainkan tindakan kriminal atau bullying, dan hukumnya haram,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar. (jpc)

 

Editor : Hanif
#pocong #prank #siskamling #polisi #warga