PONTIANAK POST- Upaya pemulihan keamanan pascakonflik sosial di Adonara Timur, Flores Timur, mulai menunjukkan hasil setelah warga dua desa menyerahkan ratusan senjata rakitan dan senjata tajam secara sukarela kepada aparat kepolisian.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan pihaknya menerima penyerahan 140 senjata api rakitan dan senjata tajam dari masyarakat Desa Saosina dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, pada Senin (25/5).
“Penyerahan senjata secara sukarela ini menjadi langkah positif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Adonara Timur. Kami mengapresiasi keterlibatan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah mendukung proses pemulihan pascakonflik,” katanya saat dihubungi dari Kupang, NTT, Selasa.
Barang yang diserahkan masyarakat terdiri atas 19 pucuk senjata api rakitan, 90 batang anak panah, 27 buah busur, serta empat amunisi atau selongsong senjata api rakitan.
Penyerahan dilakukan oleh Kepala Desa Narasaosina dan Kepala Desa Saosina serta disaksikan personel gabungan Polri, TNI, Brimob, tokoh masyarakat dan warga setempat.
Kapolres menyebut keberhasilan penyerahan senjata tahap kedua tersebut tidak lepas dari pendekatan persuasif dan dialogis yang terus dilakukan aparat keamanan bersama tokoh masyarakat serta pemerintah desa.
“Kami terus membangun komunikasi dengan masyarakat agar situasi keamanan benar-benar pulih. Pendekatan humanis menjadi prioritas agar masyarakat merasa aman dan percaya kepada aparat dalam menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.
Sebelumnya, pada pekan lalu Kepala Desa Narasaosina juga telah menyerahkan puluhan pucuk senjata kepada pihak kepolisian.
Usai penyerahan, aparat gabungan langsung melakukan pengecekan fisik dan pendataan seluruh barang bukti sebelum diamankan ke Markas Polres Flores Timur di Larantuka untuk kepentingan pengamanan dan inventarisasi.
Meski situasi mulai kondusif, aparat kepolisian tetap meningkatkan patroli dialogis, deteksi dini serta pengamanan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi konflik susulan maupun provokasi.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian, tidak mudah terprovokasi, dan mendukung upaya rekonsiliasi demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan di Adonara Timur,” kata Adhitya.
Ia juga berharap desa lain yang masih menyimpan senjata api rakitan akibat konflik segera menyerahkan secara sukarela kepada aparat keamanan demi menjaga stabilitas wilayah. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas