Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BMKG Prediksi Pontianak termasuk Mayoritas Wilayah Indonesia yang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir NTB Mewaspadai Potensi Banjir Rob

Basilius Andreas Gas • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:37 WIB
Foto udara tambak ikan dan udang terdampak banjir rob di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara, Senin (18/5/). Puluhan hektare tambak ikan dan udang milik sejumlah warga di daerah tersebut terdampak banjir rob sehingga mengalami gagal panen. (ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU)
Foto udara tambak ikan dan udang terdampak banjir rob di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara, Senin (18/5/). Puluhan hektare tambak ikan dan udang milik sejumlah warga di daerah tersebut terdampak banjir rob sehingga mengalami gagal panen. (ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU)

PONTIANAK POST- Cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Selasa diprakirakan didominasi hujan ringan yang berpotensi terjadi dari Sumatra hingga kawasan Indonesia Timur berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakirawan BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nazmi dalam siaran prakiraan cuaca harian di Jakarta menyampaikan bahwa pola cuaca hujan ringan masih menjadi kondisi dominan di berbagai wilayah tanah air.

Berdasarkan peta prakiraan BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi di berbagai wilayah mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga sebagian besar kawasan timur Indonesia.

Di Pulau Sumatra, cuaca hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang, sementara Kota Padang berpotensi mengalami hujan disertai petir yang perlu diwaspadai masyarakat.

BMKG juga mencatat kondisi udara kabur di Palembang, hujan ringan di Jambi dan Bengkulu, serta hujan sedang di Bandar Lampung. “Waspadai hujan petir yang dapat terjadi di Pangkal Pinang,” ujar Nazmi.

Di Pulau Jawa, cuaca umumnya hujan ringan di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, sedangkan Yogyakarta diprakirakan berawan tebal.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram berawan, sementara Kupang berpotensi cerah berawan.

Di Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin, sedangkan Samarinda berpotensi udara kabur. BMKG juga mengingatkan potensi hujan petir di Tanjung Selor.

Sementara di Sulawesi, hujan ringan diprakirakan melanda Palu, Kendari, dan Manado, sedangkan Gorontalo, Makassar, dan Mamuju cenderung cerah berawan.

Untuk wilayah Indonesia Timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Nabire, dan Merauke, sementara Jayapura berpotensi hujan sedang dan Jayawijaya hujan ringan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat di Kalimantan Utara dan Maluku Utara yang berstatus siaga, serta sejumlah wilayah lain yang berstatus waspada hujan sedang hingga lebat di Aceh, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena Purnama Biru yang mencapai puncak pada 31 Mei 2026 mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi mengatakan pihaknya menerbitkan peringatan dini banjir rob untuk 12 hari ke depan dari tanggal 26 Mei hingga 6 Juni 2026.

"Tinggi gelombang laut mencapai 0,5 hingga 2,5 meter dengan pasar maksimum sekitar 1,9 sampai 2 meter," ujarnya di Mataram, Selasa. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#potensi petir #Cuaca Ekstrem #bmkg #Banjir Rob #hujan ringan