Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Heboh Penampakan Pocong di Bekasi Terbongkar Rekayasa Digital, Polisi Ungkap Pelaku Edit Foto hingga Bikin Warga Resah

Basilius Andreas Gas • Selasa, 26 Mei 2026 | 22:06 WIB
Foto hasil rekayasa digital menyisipkan penampakan pocong yang membuat heboh warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Foto hasil rekayasa digital menyisipkan penampakan pocong yang membuat heboh warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

PONTIANAK POST- Kehebohan foto penampakan pocong yang sempat meresahkan warga Kabupaten Bekasi akhirnya terungkap setelah polisi memastikan gambar viral tersebut hanyalah hasil rekayasa digital.

Kapolsek Cikarang Utara Polres Metro Bekasi AKP Noach Hendrik mengatakan pihak kepolisian sengaja melakukan klarifikasi agar kabar viral itu tidak semakin memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami perlu melakukan klarifikasi untuk meluruskan serta meredam berita viral soal penampakan pocong ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Noach Hendrik di Cikarang, Selasa.

Hasil pemeriksaan polisi mengungkap foto itu dibuat melalui proses digital editing oleh seorang pria bernama Ridwan Syah (32), warga Kampung Kamurang, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa bermula pada Minggu (24/5) sekitar pukul 23.00 WIB ketika Ridwan memotret halaman depan sebuah rumah di kawasan Blok Asem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.

Setelah mengambil gambar rumah tersebut, Ridwan mengunduh ilustrasi pocong dari internet lalu menyunting foto menggunakan aplikasi di telepon genggam dengan menyisipkan gambar pocong ke dalam hasil foto.

Foto editan itu kemudian dikirim ke grup WhatsApp keluarga dengan tulisan “Apa tuh di rumah Mak Ebot”. Namun, gambar tersebut akhirnya menyebar luas hingga membuat masyarakat geger.

“Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, foto tersebut dipastikan merupakan hasil editan atau hoaks. Yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” ujarnya.

Selain mengakui perbuatannya, Ridwan juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi yang dibuat di hadapan pihak kepolisian.

Polisi turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya atau berita hoaks karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata dia. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#foto pocong #rekayasa digital #bekasi #polisi