PONTIANAK POST- Kementerian Pertanian menggelontorkan bantuan benih tanaman pangan senilai Rp69,97 miliar untuk Provinsi Lampung pada 2026 guna memperkuat produksi pertanian sekaligus mempercepat target swasembada pangan nasional.
Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Tin Latifah mengatakan bantuan tersebut mencakup benih padi, jagung, kedelai, hingga ubi kayu dengan total cakupan lahan mencapai 132.784 hektare.
“Dalam upaya mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung, dari Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian memberikan bantuan dan rata-rata berupa bantuan benih dan penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT),” ujar Tin Latifah di Bandarlampung, Selasa.
Ia menjelaskan bantuan terbesar dialokasikan untuk benih padi dengan nilai mencapai Rp50,01 miliar yang mencakup lahan seluas 119.055 hektare.
Sementara itu, bantuan benih jagung mencapai Rp10,81 miliar untuk lahan seluas 12.014 hektare.
Untuk komoditas kedelai, bantuan benih mencapai Rp1 miliar dengan cakupan lahan 1.000 hektare, sedangkan ubi kayu memperoleh bantuan sebesar Rp7,15 miliar untuk lahan 715 hektare.
Tin Latifah merinci bantuan benih padi akan disalurkan ke sejumlah daerah di Lampung, di antaranya Kabupaten Lampung Selatan seluas 32.353 hektare, Lampung Tengah 24.508 hektare, Tulang Bawang 17.811 hektare, Lampung Timur 15.142 hektare, serta Mesuji seluas 10.683 hektare.
Selain itu, bantuan juga dialokasikan ke Kabupaten Pesawaran 7.653 hektare, Waykanan 6.000 hektare, Pesisir Barat 5.841 hektare, Pringsewu 4.300 hektare, Tanggamus 3.564 hektare, Lampung Utara 2.682 hektare, Tulang Bawang Barat 1.294 hektare, dan Lampung Barat 500 hektare.
Untuk bantuan benih jagung, penyebaran dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah seluas 7.223 hektare, Lampung Selatan 2.861 hektare, Lampung Timur 1.000 hektare, Tulang Bawang 543 hektare, Tulang Bawang Barat 309 hektare, serta Mesuji 78 hektare.
“Bantuan benih kedelai diberikan ke Kabupaten Lampung Selatan dengan luas lahan 1.000 hektare,” katanya.
Sedangkan bantuan benih ubi kayu disalurkan ke Kabupaten Waykanan seluas 100 hektare dan Kabupaten Lampung Tengah seluas 615 hektare.
Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan swasembada dan hilirisasi pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
“Anggaran yang diberikan dalam bentuk bantuan ini diharapkan membantu agar dapat mencapai target swasembada dan hilirisasi pangan. Dan ini harus diusulkan agar segera diverifikasi oleh BRMP dan divalidasi oleh dinas provinsi,” ujar dia. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas