PONTIANAK POST- Produk makanan dan minuman Indonesia mencatat potensi transaksi fantastis hingga Rp230 miliar dalam ajang internasional Food and Hotel Asia (FHA) 2026 di Singapura, memperkuat posisi industri nasional di pasar global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut nilai tersebut terdiri atas kontrak ekspor dan potensi transaksi dari berbagai produk unggulan Indonesia yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Kemendag mencatat terdapat 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau setara Rp54,5 miliar untuk produk madu, bumbu organik, produk pertanian, serta aneka makanan dan minuman lainnya.
Selain itu, tercatat pula belasan potensi transaksi senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar untuk produk mi instan sehat, camilan organik, hasil perikanan, produk susu, aneka rempah, serta berbagai produk makanan dan minuman lainnya.
“Hadirnya produk makanan dan minuman Indonesia menjadi kesempatan memperluas akses pasar Indonesia ke industri horeka dunia. Partisipasi kali ini juga untuk mempererat hubungan pelaku usaha Indonesia dengan para buyer Singapura,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.
Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut menampilkan beragam produk makanan dan minuman, pertanian, hingga perikanan dari 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain UMKM, sebanyak 13 perusahaan Indonesia skala menengah dan besar juga turut ambil bagian mempromosikan produk unggulan nasional ke pasar internasional.
Sementara itu, Atase Perdagangan RI di Singapura Billy Anugrah mengatakan keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam pameran internasional menjadi bentuk promosi berkelanjutan untuk memperluas pasar ekspor produk nasional.
Menurut dia, para pelaku usaha, termasuk UMKM, dapat memanfaatkan peran perwakilan perdagangan RI di luar negeri guna membantu membuka akses pasar global.
“Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu tulang punggung industri Indonesia yang menyokong ekspor Indonesia dalam lima tahun terakhir. Hadirnya pelaku usaha Indonesia pada pameran internasional menjadi wujud promosi berkelanjutan untuk industri makanan dan minuman Indonesia dalam menembus pasar ekspor,” ujar Billy.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total perdagangan Indonesia dengan Singapura tercatat mencapai 7,78 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Singapura sebesar 2,94 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Singapura mencapai 4,84 miliar dolar AS.
Sementara sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 32,87 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia ke Singapura mencapai 13,70 miliar dolar AS dan impor sebesar 19,17 miliar dolar AS.
Kemendag juga mencatat sepanjang periode 2020-2025, Singapura menempati posisi kelima sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan berada di posisi kedua sebagai negara asal impor Indonesia.
Pada 2025, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia mencapai 44,96 miliar dolar AS atau tumbuh sekitar 2,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Khusus untuk pasar Singapura, kinerja ekspor sektor makanan dan minuman melonjak hingga 49,1 persen secara tahunan. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas