PONTIANAK POST— Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan kondisi memprihatinkan populasi gajah di Indonesia. Dari sebelumnya 42 kantong habitat, kini hanya tersisa 21 kantong habitat gajah di Sumatera dan Kalimantan.
Kondisi itu mendorong pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan. Kebijakan tersebut menjadi langkah darurat untuk mencegah kepunahan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) yang kini berstatus terancam punah.
“Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan,” kata Raja Juli Antoni, dilansir dari ANTARA, Sabtu (9/5).
Menteri Kehutanan menegaskan pembangunan nasional ke depan tidak boleh lagi mengabaikan ruang hidup satwa liar. Salah satu poin penting dalam Inpres tersebut adalah kewajiban integrasi pembangunan infrastruktur dengan kawasan jelajah gajah.
Saat bertemu aktivis lingkungan dan influencer di Jakarta, Kamis (7/5), Raja Juli mencontohkan pembangunan jalan tol harus mempertimbangkan peta home range gajah yang telah disusun Kementerian Kehutanan.
Jika jalur pembangunan memotong lintasan gajah, pemerintah akan mewajibkan pembangunan underpass atau terowongan satwa agar kelompok gajah tetap dapat berpindah tanpa bersinggungan langsung dengan manusia.
Krisis habitat itu diperparah laju deforestasi yang masih tinggi di Sumatera dan Kalimantan. Organisasi Auriga Nusantara mencatat Indonesia kehilangan hutan seluas 433.751 hektare sepanjang 2025 atau naik 66 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar kehilangan hutan terjadi di wilayah yang juga menjadi bentang hidup satwa liar, termasuk gajah.
Di sejumlah wilayah, menyusutnya habitat membuat gajah semakin sering masuk ke permukiman dan lahan warga. Konflik berkepanjangan itu bukan hanya menyebabkan kerusakan kebun masyarakat, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dari kedua sisi.
Pemerintah menyoroti konflik manusia dan gajah di Way Kambas National Park yang telah berlangsung hampir 40 tahun. Kawanan gajah yang kehilangan jalur jelajah kerap memasuki area pertanian warga karena ruang hidup mereka semakin sempit.
Atas usulan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana membangun barrier atau pembatas khusus untuk mengurangi konflik sekaligus melindungi masyarakat dan satwa.
“Penting bagi kita untuk memiliki data yang akurat. Dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi harus ada target angka peningkatan populasi yang jelas,” ujar Raja Juli Antoni.
Selain mempertahankan 21 kantong habitat yang tersisa, Kementerian Kehutanan juga menyiapkan pembangunan koridor satwa untuk menghubungkan habitat-habitat yang terfragmentasi.
Kerusakan hutan akibat aktivitas ilegal dan perubahan fungsi lahan selama bertahun-tahun dinilai menjadi penyebab utama terputusnya jalur migrasi gajah.
Koridor itu diharapkan menjadi jalan aman bagi kawanan gajah untuk mencari makan, berkembang biak, dan bertahan hidup tanpa harus memasuki kawasan permukiman manusia.
Di tengah laju pembangunan dan pembukaan lahan, nasib gajah kini bergantung pada seberapa cepat habitat yang tersisa mampu diselamatkan. Jika ruang hidup terus menyempit, bukan hanya populasi gajah yang hilang, tetapi juga keseimbangan ekosistem hutan Indonesia. (ant)
Tabel Informasi
| Isu Utama | Data / Fakta Penting | Dampak Kemanusiaan & Lingkungan |
|---|---|---|
| Penyusutan habitat gajah | Kantong habitat gajah tersisa 21 dari sebelumnya 42 | Gajah kehilangan ruang jelajah dan sumber pakan alami |
| Status konservasi | Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan berstatus terancam punah | Risiko kepunahan meningkat akibat fragmentasi habitat |
| Penyebab utama | Alih fungsi lahan, deforestasi, pembangunan infrastruktur, aktivitas ilegal | Konflik manusia dan gajah semakin sering terjadi |
| Data deforestasi | Indonesia kehilangan 433.751 hektare hutan sepanjang 2025 | Habitat satwa liar terus terpecah dan menyusut |
| Konflik manusia-gajah | Konflik di Way Kambas berlangsung hampir 40 tahun | Menimbulkan korban jiwa, kerusakan kebun, dan kerugian warga |
| Solusi pemerintah | Inpres penyelamatan gajah, pembangunan koridor satwa dan underpass | Menjaga konektivitas habitat dan mengurangi konflik |
| Instruksi Presiden | Pembangunan wajib mempertimbangkan jalur jelajah gajah | Infrastruktur diharapkan lebih ramah satwa liar |
| Ancaman pakar konservasi | Aktivis menyebut kepunahan gajah kini sulit dicegah bila habitat terus rusak | Populasi liar semakin rentan terhadap perburuan dan isolasi genetik |
| Target konservasi | Pemerintah diminta memiliki target peningkatan populasi dalam lima tahun | Evaluasi konservasi menjadi lebih terukur |
| Harapan jangka panjang | Perbaikan ekosistem dan penyambungan koridor habitat | Menjaga keseimbangan hutan dan keberlangsungan spesies gajah Indonesia |
Fakta Penting
-
Habitat gajah tersisa: 21 kantong dari sebelumnya 42 kantong
-
Status konservasi: terancam punah
-
Fokus Inpres: penyelamatan populasi dan habitat
-
Solusi pemerintah: koridor satwa, underpass, dan barrier konflik manusia-gajah
-
Wilayah prioritas konflik: Way Kambas
Editor : Aristono Edi Kiswantoro