Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menhan Era Jokowi, Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:38 WIB
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat masih aktif di Kemenhan. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat masih aktif di Kemenhan. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

 

PONTIANAK POST – Kabar duka datang dari dunia militer Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan sekaligus mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di Ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar wafatnya tokoh militer senior tersebut dibenarkan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel (Arm) Rico Ricardo Sirait.

“Benar, kami mendapat informasi berita duka cita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD,” ujar Rico kepada wartawan.

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Ia merupakan putra Musannif Ryacudu, perwira TNI yang pernah menjabat Panglima Kodam Tanjungpura, komando teritorial yang wilayahnya mencakup Kalimantan Barat. Musannif dikenal sebagai salah satu loyalis Presiden pertama RI, Soekarno.

Jejak pengabdian sang ayah menjadikan nama keluarga Ryacudu dikenal luas, tidak hanya di Sumatra Selatan dan Lampung, tetapi juga di Kalimantan karena keterkaitannya dengan sejarah militer di wilayah tersebut. Hubungan historis itu membuat nama Ryamizard cukup familiar bagi kalangan militer dan masyarakat Kalimantan Barat.

Karier militernya dimulai setelah menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ia kemudian mengikuti Sekolah Khusus Calon Perwira pada 1985–1986 dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1991.

Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya menjabat Pangdam V/Brawijaya dan kemudian Pangdam Jaya. Pada masa transisi politik awal reformasi, Ryamizard menjadi salah satu perwira tinggi yang memiliki pengaruh besar di lingkungan TNI.

Karier Ryamizard terus menanjak ketika ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Kepemimpinannya saat mengoordinasikan berbagai unsur TNI dalam sejumlah agenda nasional membuatnya dipercaya menduduki jabatan strategis lainnya.

Ia kemudian menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005.

Sebagai KSAD, Ryamizard dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dan kuat dalam menjaga soliditas internal TNI.

Menjelang berakhirnya pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, nama Ryamizard sempat diusulkan sebagai calon Panglima TNI.

Namun pergantian pemerintahan kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pencalonan tersebut tidak berlanjut. Jabatan Panglima TNI kemudian diberikan kepada Djoko Suyanto.

Peristiwa tersebut sempat menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan karier militernya.

Setelah pensiun dari dunia militer, Ryamizard sempat beberapa kali dikaitkan dengan dinamika politik nasional. Ia kemudian mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014.

Usai kemenangan pasangan tersebut, Ryamizard dipercaya menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja periode 2014–2019.

Selama menjabat, ia aktif mendorong penguatan sistem pertahanan nasional, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta peningkatan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara sahabat.

Di luar karier militernya, Ryamizard dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan keluarga. Ia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari Try Sutrisno.

Hubungan keluarga tersebut menjadikan Ryamizard bagian dari keluarga besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan setelah memasuki masa purnatugas dari TNI.

Wafatnya Ryamizard Ryacudu menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia militer dan pertahanan negara.

Dari Pangdam, Panglima Kostrad, KSAD hingga Menteri Pertahanan, jejak pengabdiannya tercatat dalam berbagai fase penting perjalanan TNI dan bangsa Indonesia.

Bagi banyak prajurit dan kalangan pertahanan, Ryamizard bukan hanya seorang jenderal, tetapi juga bagian dari generasi pemimpin militer yang ikut membentuk arah kebijakan pertahanan Indonesia selama lebih dari tiga dekade. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Ryamizard Ryacudu #RSPAD Gatot Soebroto #menteri pertahanan #ksad #meninggal dunia