Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

DPR Soroti Minimnya Pendampingan Jemaah Haji Lansia, Minta Layanan Kelompok Berisiko Ditingkatkan

Uray Ronald • Senin, 1 Juni 2026 | 23:31 WIB
Petugas memberikan pelayanan kepada jemaah haji lansia. (Kemenhaj)
Petugas memberikan pelayanan kepada jemaah haji lansia. (Kemenhaj)

 

 

PONTIANAK POST - Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meningkatkan layanan dan pendampingan bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) serta kelompok berisiko tinggi. Permintaan itu muncul setelah hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih adanya kekurangan pendampingan terhadap jemaah yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah haji.

Menurut Ansari, kelompok lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu tidak seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama dengan jemaah yang sehat dan memiliki mobilitas normal.

DPR Temukan Pendampingan Lansia Masih Kurang

Ansari mengatakan evaluasi yang dilakukan selama penyelenggaraan ibadah haji menunjukkan layanan khusus bagi jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi masih perlu diperkuat.

"Ini penting kami sampaikan, karena berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan, pendampingan bagi kelompok lansia dan jamaah berisiko tinggi terasa kurang, sehingga perlu ditingkatkan di masa-masa yang akan datang," katanya, dilansir Antara , Senin (1/6).

Ia menilai kelompok rentan tersebut memerlukan perhatian yang lebih intensif, terutama saat menjalani rangkaian ibadah yang menuntut kondisi fisik dan mobilitas tinggi.

"Saya juga telah menyampaikan hal ini kepada panitia, dengan tujuan agar ke depan pelayanan bisa lebih baik," ujarnya.

Baca Juga: Kisah Muslim Haji Bustami, Jagal Kurban Pontianak Hampir TIga Dekade

Menurut Ansari, jumlah jamaah rentan yang cukup besar seharusnya menjadi pertimbangan dalam penyusunan pola pelayanan dan penempatan petugas pendamping di lapangan.

Tidak Ada Pendampingan Khusus Saat Perjalanan ke Masjidil Haram

Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah tidak adanya petugas khusus yang mendampingi jemaah lansia dan kelompok berisiko saat perjalanan menuju Masjidil Haram.

"Saat pemberangkatan ke Masjidil Haram, tidak ada petugas khusus yang memberikan pendampingan kepada kelompok lansia dan kelompok berisiko ini," katanya.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik maupun masalah kesehatan tertentu.

Bagi jemaah lansia, aktivitas sederhana seperti naik dan turun bus sering kali membutuhkan bantuan tambahan agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Solidaritas Antarjemaah Jadi Penopang Utama

Meski pendampingan petugas dinilai masih kurang, Ansari mengapresiasi tingginya solidaritas antarjemaah selama pelaksanaan ibadah haji.

Menurutnya, banyak jemaah yang secara sukarela membantu rekan-rekannya yang berusia lanjut maupun yang memiliki keterbatasan fisik.

"Untungnya solidaritas antarjemaah sangat tinggi, sehingga jemaah lansia dan berisiko tinggi dibantu jamaah lain, seperti saat hendak naik dan turun dari bus, termasuk menyediakan kursi roda bagi jemaah disabilitas," ujarnya.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Dilarang Lempar Jumrah, Tindak Lanjut dari Instruksi Kementerian Haji Arab Saudi

Solidaritas tersebut menjadi faktor penting yang membantu jemaah rentan tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman.

Namun, Ansari menegaskan bantuan dari sesama jemaah tidak boleh menjadi pengganti layanan resmi yang seharusnya disediakan oleh penyelenggara.

Secara umum, Ansari mengakui pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lebih tertib dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, ia menilai peningkatan kualitas layanan bagi lansia dan jamaah berisiko tinggi harus menjadi salah satu prioritas utama dalam evaluasi penyelenggaraan haji ke depan.

"Secara umum, ketertiban memang lebih terlihat baik, akan tetapi, pelayanan khusus bagi lansia dan kelompok berisiko perlu diperbaiki," katanya.

Bagi banyak jamaah lansia, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang telah dinantikan sepanjang hidup. Karena itu, layanan yang aman, manusiawi, dan sesuai kebutuhan kelompok rentan menjadi bagian penting untuk memastikan mereka dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan bermartabat.(ant)

 

Editor : Uray Ronald
#jemaah haji lansia #jamaah berisiko tinggi #pendampingan haji #pelayanan haji #komisi VIII DPR RI