Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Fase Kepulangan Haji Dimulai, 3.479 Jemaah Indonesia Sudah Bertolak ke Tanah Air

Uray Ronald • Senin, 1 Juni 2026 | 23:44 WIB
Jemaah haji asal Indonesia bersiap berangkat menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, sebelum pulang ke Tanah Air. (Kemenhaj)
Jemaah haji asal Indonesia bersiap berangkat menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi, sebelum pulang ke Tanah Air. (Kemenhaj)

 

PONTIANAK POST - Fase kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi dimulai. Hingga Senin (1/6) pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas telah diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju berbagai debarkasi di Indonesia.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan proses pemulangan berlangsung bertahap dengan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah setelah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sebanyak 17 Kloter Dijadwalkan Pulang pada Hari Pertama

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan penyelenggaraan ibadah haji kini memasuki hari operasional ke-42.

"Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali," ujarnya di Jakarta, Senin (1/6).

Pada hari pertama fase kepulangan, sebanyak 17 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia. Hingga pagi hari, 12 kloter telah diterbangkan dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas yang mendampingi perjalanan.

Menurut Maria, kelancaran rangkaian ibadah yang telah dijalani menjadi modal penting bagi jemaah untuk menyelesaikan tahapan akhir perjalanan mereka dengan aman.

Baca Juga: DPR Soroti Minimnya Pendampingan Jemaah Haji Lansia, Minta Layanan Kelompok Berisiko Ditingkatkan

Kemenhaj Akui Masih Ada Catatan Evaluasi

Meski pelaksanaan haji secara umum berjalan lancar, Kemenhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.

"Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal," kata Maria.

Ia menegaskan berbagai masukan dari jemaah maupun petugas akan digunakan untuk memperbaiki kualitas layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang dinilai telah menunjukkan disiplin, kesabaran, dan kepatuhan terhadap aturan selama menjalani rangkaian ibadah haji.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung," ujarnya.

Jemaah Diingatkan Tidak Membawa Air Zamzam di Koper

Menjelang kepulangan, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin.

Maria menegaskan pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat menghambat proses pemeriksaan bagasi di bandara dan berpotensi mengganggu kelancaran keberangkatan.

"Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara," tegasnya.

Sebagai gantinya, pemerintah telah menyiapkan distribusi air zamzam melalui mekanisme resmi yang akan diterima jemaah setelah tiba di Indonesia.

Baca Juga: Jemaah Apresiasi Pelayanan Haji: Ibadah Haji dapat Berjalan Tenang, Nyaman, dan Damai

Setiap Jemaah Akan Menerima 5 Liter Air Zamzam

Kemenhaj memastikan seluruh jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi.

Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

"Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper," kata Maria.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan penerbangan sekaligus memastikan distribusi air zamzam berlangsung merata kepada seluruh jemaah.

Lansia dan Jemaah Berisiko Tinggi Jadi Perhatian Khusus

Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Cuaca di Makkah masih relatif panas sehingga jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat cukup, dan mengurangi aktivitas yang berisiko menguras tenaga.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Maria mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, dan sesama jemaah untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok rentan tersebut hingga seluruh proses kepulangan selesai.

Baca Juga: Kisah Muslim Haji Bustami, Jagal Kurban Pontianak Hampir TIga Dekade

"Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat," tutupnya.

Bagi ribuan jemaah Indonesia, fase kepulangan bukan sekadar akhir perjalanan ibadah. Momen ini menjadi penutup dari perjalanan spiritual panjang yang diharapkan berakhir dengan selamat, sehat, dan membawa keberkahan saat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air.*

Editor : Uray Ronald
#kepulangan haji 2026 #air zamzam #Bandara Jeddah #Kementerian Haji dan Umrah #jemaah haji indonesia