Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dadan Hindayana Dicopot Prabowo, Kepala BGN Beralih ke Nanik S Deyang

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:20 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dikonfirmasi wartawan usai meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) modular yang dibangun PT Krakatau Stell untuk daerah 3T di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa (12/5/). (ANTARA/Nur Imansyah.)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (ANTARA/Nur Imansyah.)

PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (2/6). Pergantian ini menjadi salah satu keputusan penting dalam perombakan pimpinan lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Prabowo yang menyasar puluhan juta masyarakat Indonesia.

Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan resmi di Jakarta. Selain Dadan, dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.

“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN,” kata Prasetyo Hadi, Selasa (2/6/2026) malam.

Sosok Sentral di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Dadan Hindayana merupakan Kepala BGN pertama sejak lembaga tersebut dibentuk. Ia dilantik Presiden Prabowo pada Agustus 2024 dan menjadi figur utama yang mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan nasional.

Di bawah kepemimpinannya, MBG berkembang menjadi salah satu program sosial terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.

Berdasarkan data pemerintah hingga Maret 2026, MBG telah menjangkau lebih dari 61,2 juta penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sekitar 49 juta merupakan siswa sekolah di berbagai daerah Indonesia.

Di Tengah Tantangan dan Sorotan Publik

Pergantian pimpinan BGN terjadi saat pelaksanaan MBG masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Meski cakupan program terus meluas, sejumlah kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat beberapa kali menjadi perhatian publik.

Insiden tersebut memicu evaluasi terhadap sistem pengawasan kualitas makanan, keamanan pangan, hingga rantai distribusi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Data hingga 29 Mei 2026 menunjukkan terdapat 27.208 SPPG yang telah beroperasi secara nasional. Namun, sebanyak 8.182 unit di antaranya pernah dihentikan sementara atau disuspend akibat temuan pelanggaran maupun persoalan teknis dalam pelaksanaan program.

Kondisi itu menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi BGN dalam menjaga kualitas layanan di tengah ekspansi program secara masif.

Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pemerintah juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala yang baru untuk memperkuat struktur kepemimpinan lembaga tersebut.

Pergantian ini menandai babak baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus memperbaiki berbagai persoalan yang muncul selama masa implementasi.

Warisan Dadan: Ekspansi Besar dan Evaluasi Berkelanjutan

Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, Dadan meninggalkan warisan berupa percepatan pembangunan jaringan layanan MBG di seluruh Indonesia. Dalam kurun kurang dari dua tahun, program tersebut berkembang dari tahap uji coba menjadi layanan nasional yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

Namun, skala program yang sangat besar juga menghadirkan tantangan pengawasan yang tidak ringan. Pergantian pimpinan BGN kini menjadi momentum evaluasi untuk memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan efektivitas penggunaan anggaran tetap terjaga. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#dadan hindayana #Kepala BGN Diganti #Prabowo Subianto #program Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional