PONTIANAK POST – Jumlah korban tewas akibat ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru, Mina Puadi (51), meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya.
Warga Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Distrik Biak Kota itu mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Biak pada Selasa (2/6) pukul 04.06 WIT.
Kepergian Mina menambah daftar korban jiwa dalam tragedi yang mengguncang masyarakat Biak sejak ledakan terjadi pada Minggu (31/5) siang.
Luka Parah Akibat Tertimpa Bangunan Saat Ledakan
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menjelaskan, korban sempat menjalani operasi dan mendapat penanganan medis intensif. Namun kondisi luka yang dialami sangat berat.
Berdasarkan hasil observasi dokter, Mina mengalami patah tulang rusuk dan pendarahan hebat pada organ limpa.
Cedera tersebut terjadi setelah korban tertimpa tiang rumah dan motor tempel yang tergantung di dinding rumah ketika ledakan dahsyat mengguncang kawasan permukiman warga.
Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang harus kehilangan orang terdekat dalam peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.
Tim Gegana Kembali Sisir Lokasi Ledakan
Di tengah suasana duka, aparat kepolisian bersama tim penjinak bom masih bekerja untuk memastikan keselamatan warga sekitar.
Tim Penjinak Bom dan Den Gegana Sat Brimob Polda Papua dijadwalkan kembali melakukan penyisiran lanjutan di lokasi kejadian.
Penyisiran difokuskan pada area ring satu atau titik utama ledakan guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak berbahaya yang tersisa di lokasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya korban baru sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.
Polisi Temukan Proyektil Diduga Peninggalan Perang Dunia II
Dari hasil olah tempat kejadian perkara sebelumnya, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan.
Salah satunya adalah dua selongsong proyektil berukuran 105 mm M760 buatan Amerika Serikat.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa ledakan berasal dari material peledak sisa Perang Dunia II yang masih tertinggal di wilayah Biak, salah satu daerah yang memiliki jejak sejarah pertempuran besar di kawasan Pasifik.
Pencarian Korban dan Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung
Selain melakukan penyisiran bahan peledak, tim gabungan juga masih melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.
"Proses pencarian dan operasi penyelamatan terhadap kemungkinan adanya korban lain di sekitar lingkungan perairan masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan yang bekerja sama dengan Basarnas," kata Cahyo, dikutip dari Cepos Online (grup Pontianak Post)
Hingga kini, aparat meminta masyarakat tidak mendekati lokasi ledakan dan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro