PONTIANAK POST - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di seluruh Indonesia. Lembaga tersebut menegaskan informasi mengenai penghentian operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah hoaks.
Kepastian itu disampaikan Kepala BGN Nanik S. Deyang di Jakarta, Kamis (4/6). Ia menegaskan tidak pernah ada instruksi maupun kebijakan resmi yang memerintahkan penghentian layanan MBG di daerah.
"Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional," kata Nanik dilansir Antara.
BGN Bantah Informasi Penghentian Operasional SPPG
Klarifikasi tersebut muncul setelah beredar informasi yang menyebut sejumlah SPPG dapat menghentikan operasional apabila dana yang tersedia tidak mencukupi.
Menurut BGN, informasi tersebut bukan kebijakan resmi lembaga dan tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh mitra pelaksana program.
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Pembangunan Dapur MBG Baru, Fokus Benahi Tata Kelola dan Pemerataan Manfaat
Nanik menegaskan Program MBG sebagai program strategis nasional tetap berjalan dan terus memberikan layanan kepada para penerima manfaat di berbagai daerah.
Data BGN menunjukkan cakupan Program Makan Bergizi Gratis terus berkembang.
Per 12 Februari 2026, sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia dan melayani sekitar 65 juta penerima manfaat yang terdiri atas siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dinamika Anggaran Tidak Menghentikan Program
BGN mengakui terdapat dinamika administratif dalam proses pencairan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperluas cakupan layanan MBG.
Bagi jutaan penerima manfaat, keberlanjutan program ini menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi harian.
Masyarakat Diminta Mengacu pada Informasi Resmi
BGN mengimbau seluruh mitra, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, dan masyarakat agar hanya mengacu pada informasi yang disampaikan melalui kanal resmi lembaga.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas atau tidak dapat diverifikasi.
"Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional," ujarnya.
Fokus Menjaga Hak Penerima Manfaat
BGN menegaskan koordinasi dengan mitra pelaksana dan para pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan distribusi MBG berlangsung lancar, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan agar para penerima manfaat tetap memperoleh layanan tanpa gangguan di tengah beredarnya informasi yang menyesatkan.
"Fokus kami saat ini adalah menjaga keberlangsungan layanan MBG dan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan haknya," ujar Nanik.
"Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melawan disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat."(ant)
Editor : Uray Ronald