Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemerintah Percepat Pembangunan 30 PSEL, Sampah Ditargetkan Jadi Sumber Energi dan Kurangi Emisi

Meidy Khadafi • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan wartawan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pontianak, Jumat (5/6). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan wartawan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pontianak, Jumat (5/6). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Pemerintah terus mempercepat transformasi pengelolaan sampah nasional melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah. Langkah ini dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

‎Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan wartawan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pontianak, Jumat (5/6).

‎Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah telah merencanakan pembangunan sekitar 30 lokasi PSEL yang akan dikembangkan secara bertahap di kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 10 Wilayah Prioritas Pembangunan PSEL, Pontianak Masuk Tahap Pembahasan

‎“Dalam waktu dekat tiga lokasi PSEL akan memasuki tahap groundbreaking. Selanjutnya, 12 lokasi lainnya sedang diproses oleh Danantara untuk memasuki fase pemilihan mitra dengan target mulai beroperasi pada 2028,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengurangan emisi karbon dan meningkatkan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

‎Data pemerintah menunjukkan Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan dan masih terdapat volume sampah yang belum tertangani secara optimal.

‎Zulkifli menilai persoalan sampah kini tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berpengaruh terhadap pembangunan nasional, perlindungan ekosistem, hingga kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Rembuk Tani di Kubu Raya, Menko Zulhas Pastikan Pupuk Tersedia dan Harga Gabah Petani Tetap Terjaga

‎Selain mendorong pembangunan PSEL, pemerintah juga mengembangkan berbagai teknologi pengelolaan sampah lainnya seperti Refuse Derived Fuel (RDF), komposting, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), dan teknologi pirolisis yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

‎Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat di masa depan. (mdy)

Editor : Miftahul Khair
#menko bidang pangan #zulkifli hasan #PSEL #hari lingkungan hidup sedunia