PONTIANAK POST – Kini logam tanah jarang (LTJ) menjadi salah satu komoditas strategis dunia karena dibutuhkan untuk baterai kendaraan listrik, magnet permanen, turbin angin, hingga industri pertahanan.
Di tengah dominasi China dalam rantai pasok global, sejumlah wilayah di Kalimantan mulai disebut memiliki potensi besar menyimpan mineral kritis tersebut.
Walau sampai saat ini belum ada tambang logam tanah jarang berskala besar yang beroperasi di Pulau Kalimantan, berbagai penelitian geologi dan data pemerintah menunjukkan beberapa kabupaten memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
Baca Juga: Kasus Kontainer Batam Memanas, Satgas PKH Ungkap Dugaan Logam Tanah Jarang dalam Muatan Ekspor
Ketapang Jadi Sorotan karena Bauksit dan Potensi Mineral Ikutan
Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang paling sering disebut dalam berbagai penelitian terkait potensi logam tanah jarang.
Penelitian yang diterbitkan dalam Buletin Sumber Daya Geologi Kementerian ESDM (2014) menemukan adanya kandungan unsur tanah jarang pada endapan bauksit di wilayah Sandai, Kabupaten Ketapang.
Temuan ini penting karena logam tanah jarang dapat muncul sebagai mineral ikutan dalam endapan bauksit yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan baku aluminium.
Sanggau Masuk Daftar Wilayah Prospektif
Selain Ketapang, Kabupaten Sanggau juga mulai mendapat perhatian.
Penelitian akademik pada tahun 2025 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengenai bauksit laterit di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, menunjukkan adanya potensi mineral kritis yang menyertai endapan bauksit, termasuk unsur tanah jarang, galium, dan vanadium.
Temuan ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi bauksit Kalimantan Barat berpotensi tidak hanya berasal dari aluminium, tetapi juga dari mineral strategis lain yang dibutuhkan industri teknologi tinggi.
Katingan Kalteng Punya Potensi dari Monasit dan Zirkon
Di Kalimantan Tengah, Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat potensi logam tanah jarang di Kabupaten Katingan.
Dalam evaluasi yang dilakukan Badan Geologi (2018), unsur tanah jarang ditemukan berasosiasi dengan mineral monasit dan zirkon pada endapan aluvial bekas aktivitas pertambangan emas.
Monasit sendiri dikenal sebagai salah satu mineral utama pembawa unsur tanah jarang yang banyak dikembangkan di berbagai negara.
Kalbar Dinilai Memiliki Posisi Strategis
Potensi Kalimantan Barat semakin menarik karena provinsi ini merupakan daerah penghasil bauksit terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Petakan Cadangan Logam Tanah Jarang, Kalbar Masuk Daftar Wilayah Strategis
“Potensi bauksit terbesar di Indonesia ada di sini. Kalbar mempunyai potensi bauksit mencapai 66-67 persen dari keseluruhan bauksit yang ada di Indonesia,” Kata Deputi pengkajian strategik Lemhannas RI, Reni Mayerni dikutip dari Antara (26/3/2021).
Lemhannas RI menilai potensi logam tanah jarang di Kalbar layak diteliti lebih lanjut karena keberadaannya dapat terkait dengan cadangan bauksit yang sangat besar.
Potensi tersebut membuka peluang hilirisasi baru yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan. (*)
Editor : Miftahul Khair