PONTIANAK POST - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Laut Sulawesi dekat Pulau Pekin, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Senin (8/6/2026) pukul 04.35 Wita.
Gempa dangkal dengan kedalaman 18 kilometer tersebut dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga di sekitar episentrum.
Data BMKG melalui pemantauan aktivitas seismik internasional, episentrum gempa berada pada koordinat 2,72 Lintang Utara dan 117,90 Bujur Timur di wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Baca Juga: Pemkab Sintang Minta Warga Siaga Gempa, Perkuat Edukasi dan Mitigasi Bencana
Gempa tercatat terjadi pada pukul 20.35 UTC atau 04.35 Wita.
Getaran gempa diperkirakan mencapai intensitas III MMI di wilayah dekat pusat gempa atau tergolong guncangan lemah.
Meski demikian, tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Kota Tanjung Selor yang berjarak sekitar 61 kilometer dari episentrum dan Kota Tarakan yang berjarak sekitar 74 kilometer diperkirakan mengalami guncangan dengan intensitas II MMI atau getaran sangat lemah yang umumnya hanya dirasakan sebagian orang dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: BMKG Catat Tujuh Gempa di Sintang Sejak 2019, Lima Terjadi Sepanjang Tahun 2026
Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Nunukan, Malinau, serta beberapa daerah di Sabah, Malaysia, dan Provinsi Tawi-Tawi, Filipina, diperkirakan tidak merasakan dampak signifikan dari gempa tersebut.
Data pemantauan menunjukkan gempa terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni 18 kilometer di bawah permukaan bumi.
Gempa dangkal umumnya lebih mudah dirasakan masyarakat dibanding gempa yang terjadi pada kedalaman besar meskipun memiliki magnitudo yang lebih kecil.
BMKG menjadi lembaga pertama yang melaporkan kejadian ini sekitar empat menit setelah gempa terjadi.
Hingga laporan ini ditulis, belum terdapat informasi mengenai gempa susulan maupun potensi dampak lanjutan di wilayah Kalimantan Utara.
Berdasarkan estimasi energi seismik, gempa tersebut melepaskan energi sekitar 4,5 x 10¹⁰ joule atau setara 12,4 megawatt-jam energi, yang diperkirakan sebanding dengan sekitar 10,7 ton TNT.
Baca Juga: Pemkab Sintang Imbau Warga Siaga Gempa, Ancaman Kini Tak Lagi Jauh
Namun, magnitudo gempa yang relatif kecil membuat dampaknya terbatas pada getaran ringan di sekitar pusat gempa.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah Kalimantan Utara. (*)
Editor : Budi Miank