Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ribuan Hektare Tambak Siap Dongkrak Cuan, Petambak Penajam Didorong Terapkan Polikultur untuk Panen Berlipat

Basilius Andreas Gas • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:05 WIB
Lahan tambak di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan)
Lahan tambak di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan)

PONTIANAK POST- Petambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, didorong menerapkan sistem budi daya polikultur dengan mengombinasikan ikan, rumput laut, dan udang dalam satu tambak guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendongkrak pendapatan hasil panen.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, mengatakan daerah tersebut memiliki sekitar 6.000 hektare tambak produktif yang berpotensi terus dikembangkan melalui penerapan pola budidaya terpadu.

"Tambak produktif terdata ada sekitar 6.000 hektare," ujarnya di Penajam, Selasa.

Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir petambak di wilayah tersebut banyak beralih membudidayakan rumput laut jenis gracilaria karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan dengan masa panen relatif cepat, yakni setiap tiga pekan sekali.

Komoditas tersebut kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir dengan total produksi yang mencapai sekitar 9.000 ton per tahun.

"Hasil produksi budi daya rumput laut gracilaria para petambak termasuk cukup besar, mencapai sekitar 9.000 ton per tahun," katanya.

Untuk meningkatkan nilai tambah usaha tambak, para petambak diajak menggabungkan budidaya rumput laut gracilaria dengan ikan bandeng dan udang windu atau tiger dalam satu ekosistem tambak yang sama.

Penerapan sistem polikultur tersebut dinilai mampu menekan biaya operasional, menjaga kualitas lingkungan tambak, sekaligus meningkatkan hasil produksi dari berbagai komoditas yang dibudidayakan.

"Rumput gracilaria di tambak menjaga kualitas air dan tanah, sehingga harapan hidup ikan bandeng dan udang windu/tiger semakin besar," jelasnya.

Selain berfungsi menjaga kualitas perairan, rumput laut gracilaria juga dapat menjadi sumber pakan alternatif yang mendukung pertumbuhan ikan dan udang sehingga hasil panen berpotensi meningkat.

"Kotoran dari ikan dan udang menjadi pupuk alami bagi rumput laut," katanya.

Data Dinas Perikanan menunjukkan produksi ikan bandeng di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini berkisar antara 2.000 hingga 4.000 kilogram per hektare dalam satu musim panen. Sementara produksi udang windu atau tiger mencapai 40 hingga 80 kilogram per hektare setiap musim.

Andi Trasodiharto menambahkan, sebagian besar petambak di Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu telah menerapkan sistem budidaya polikultur tersebut pada tambak yang mereka kelola. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#polikultur #penajam paser utara #produktivitas #Dinas Perikanan