PONTIANAK POST- Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 sebagai langkah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus memperkuat percepatan pembangunan rumah subsidi dan program perumahan nasional.
Persetujuan tersebut disampaikan setelah Presiden menerima laporan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa sore.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah saat ini terus mengakselerasi Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat di berbagai daerah.
"Perkembangan pelaksanaan Program Bedah Rumah yang menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Rabu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia, Rino Santodiono Donosepoetro.
Menurut Teddy, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan sejumlah program prioritas sektor perumahan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
Selain membahas Program Bedah Rumah, Menteri PKP juga melaporkan perkembangan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, yang menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah.
"Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking," kata Teddy.
Dalam kesempatan itu, Maruarar turut menyampaikan usulan penambahan Program Bedah Rumah pada 2027 agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Teddy menegaskan Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperkuat program perumahan nasional.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai program strategis di sektor perumahan, mulai dari pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih mudah diakses masyarakat.
"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Teddy.
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan perumahan sebagai bagian penting dari upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas di seluruh Indonesia. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas