Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Pertamax Naik hingga Rp16.250 per Liter, Pertamina Resmi Berlakukan Penyesuaian Mulai 10 Juni 2026

Basilius Andreas Gas • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:39 WIB
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

PONTIANAK POST- Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026, menyusul evaluasi harga yang dilakukan sesuai formula pemerintah dan perkembangan harga minyak dunia.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang diterima di Jakarta, Selasa, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Menurut dia, keputusan penyesuaian harga tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan melalui mekanisme evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.

Roberth menegaskan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku guna menjaga keberlangsungan layanan energi nasional.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujarnya.

Meski terjadi kenaikan pada Pertamax dan Pertamax Green, Pertamina memastikan pasokan kedua produk tersebut tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik perusahaan di Indonesia.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," kata Roberth.

Pertamina juga menegaskan tidak ada perubahan harga pada produk BBM lainnya. Harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) masih dipasarkan Rp24.800 per liter.

Sementara itu, BBM bersubsidi jenis Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar masih dipasarkan Rp6.800 per liter.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai harga BBM, masyarakat dapat mengakses kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina.

"Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#pertamax #harga minyak dunia #Pertamina