Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pertamina Tegaskan Kenaikan Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Sudah Kantongi Restu dan Evaluasi Pemerintah

Basilius Andreas Gas • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. (ANTARA/ Ho- Pertamina Patra Niaga Papua Maluku).
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. (ANTARA/ Ho- Pertamina Patra Niaga Papua Maluku).

PONTIANAK POST- Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026 setelah melalui evaluasi berkala bersama pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penyesuaian harga tersebut dilakukan sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Menurut Roberth, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga merupakan implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas pelayanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Meski melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dijual Rp6.800 per liter.

Berdasarkan daftar harga BBM retail nonsubsidi di SPBU yang berlaku mulai 10 Juni 2026, Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Adapun harga BBM nonsubsidi lainnya tidak berubah. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) bertahan di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan stok Pertamax dan Pertamax Green dalam kondisi aman di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik perusahaan.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," kata Roberth.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait harga BBM maupun layanan perusahaan dapat mengakses kanal resmi Pertamina Patra Niaga, aplikasi MyPertamina, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#pertamax #Evaluasi #harga minyak dunia #Pertamina