Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peternak Sambut Kebijakan Mentan Amran, Harga Telur Diyakini Segera Pulih dari Tekanan Pasar

Miftahul Khair • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional menerima perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah, Senin (9/6). (ISTIMEWA)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional menerima perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah, Senin (9/6). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Sejumlah peternak ayam petelur menyambut positif langkah yang diambil Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam merespons anjloknya harga telur di tingkat peternak. Berbagai kebijakan yang disiapkan pemerintah dinilai mampu membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat yang saat ini menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi.

Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menyampaikan apresiasi atas keputusan yang diambil Kementerian Pertanian untuk memperkuat perlindungan terhadap peternak. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah pengawasan agar transaksi pembelian telur tidak berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram di tingkat peternak.

"Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang hari ini telah memutuskan beberapa hal penting. Ini sangat membantu untuk kelangsungan hidup peternak," kata Yudianto usai audiensi dengan Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (9/6).

Baca Juga: Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat, Produksi Beras Diklaim 34,69 Juta Ton di Bawah Mentan Amran Sulaiman

Menurutnya, surat terkait pengawasan pelaksanaan HAP telah diteruskan kepada Satgas Pangan sehingga diharapkan tidak ada lagi praktik pembelian telur di bawah harga yang telah ditetapkan.

"Kami menghimbau seluruh pedagang dan pengusaha ritel untuk membantu kami dan menaati apa yang sudah disampaikan Bapak Menteri. Apabila setelah hari ini masih terjadi pembelian telur di bawah Rp26.500, peternak dapat segera melaporkannya kepada Badan Pangan Nasional," ujarnya.

Selain penguatan pengawasan harga, Yudianto juga mengapresiasi kebijakan peningkatan penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Jika sebelumnya penyerapan dilakukan satu kali dalam sepekan, kini ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu.

"BGN juga akan menyerap telur dari peternak, dari yang sebelumnya seminggu sekali menjadi tiga kali. Ini sangat membantu kami," katanya.

Baca Juga: Prabowo Ingin Kendalikan Harga Dunia, Mentan Amran Sebut Sawit Simbol Kemandirian Bangsa

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi pasar saat ini tengah mengalami kelebihan pasokan. Akibatnya, harga telur di sejumlah daerah turun jauh di bawah biaya produksi. Di Jawa Timur misalnya, harga sempat menyentuh Rp21.500 per kilogram, sementara di Jawa Tengah berada di kisaran Rp22.500 per kilogram. Adapun wilayah Jawa Barat dan Jakarta berkisar antara Rp22.300 hingga Rp22.500 per kilogram.

Dukungan serupa juga disampaikan Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTNT Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek, Eti Marlina. Ia menilai pemerintah telah merespons aspirasi peternak rakyat dengan cepat.

"Alhamdulillah apa yang disampaikan teman-teman peternak sudah diakomodir dengan baik oleh Pak Mentan. Pak Mentan memang pro peternak rakyat," ujarnya.

Eti mengatakan pemerintah tidak hanya meningkatkan penyerapan telur melalui BGN, tetapi juga akan membantu distribusi kelebihan produksi dari daerah sentra peternakan ke wilayah yang masih membutuhkan pasokan.

"Menteri Pertanian bersama Pak Dirjen dan stafnya akan membantu menyalurkan produksi telur yang surplus ke daerah-daerah yang bukan sentral ayam petelur atau yang kita ketahui sebagai zona merah," katanya.

Baca Juga: Mentan Amran Komitmen Terus Berantas Mafia Pangan dan Koruptor Demi Petani Indonesia

Menurut Eti, perhatian yang diberikan Mentan Amran menjadi angin segar bagi peternak rakyat, khususnya di wilayah Blitar yang merupakan salah satu sentra produksi telur nasional.

"Ini yang keempat kalinya kami mengalami kesulitan dan beliau sangat responsif, responsnya cepat, dan dengan regulasi yang beliau punya, insyaallah permasalahan kami ini bisa terselesaikan dan terurai. Terima kasih Pak Mentan, teruslah menjadi pejuang swasembada telur yang berhasil membuat peternak rakyat ikut menjadi pejuang pangan untuk Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Sebelumnya, Mentan Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional menerima perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah untuk membahas penurunan harga telur. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memutuskan sejumlah langkah strategis, mulai dari peningkatan penyerapan oleh BGN hingga penguatan pengawasan pelaksanaan HAP melalui Satgas Pangan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita peternak petelur seluruh Indonesia yang hadir menemui kami meminta kebijakan-kebijakan yang bisa memperbaiki harga telur yang turun. Saya apresiasi, saya bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa, surplus bahkan ekspor ke negara lain. Di sisi lain kami sudah mengambil beberapa kebijakan langkah-langkah agar kita bisa lindungi mereka, jangan sampai merugi,” ungkapnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#peternak ayam petelur #mentan amran #menteri pertanian