Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dr Tirta Ungkap Dampak Berantai Kenaikan BBM ke Harga Barang, Ini 3 Langkah Menjaga Keuangan Tetap Aman

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:57 WIB
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax jadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6). (JAWA POS)
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax jadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6). (JAWA POS)

PONTIANAK POST - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga dapat memicu kenaikan harga berbagai barang secara bertahap.

Hal tersebut disampaikan dr Tirta melalui unggahan di media sosialnya X pada Selasa (10/6), saat menanggapi dampak ekonomi yang muncul setelah kenaikan harga energi.

Menurutnya, kenaikan harga barang umumnya tidak terjadi secara langsung, melainkan bergerak perlahan dari sektor hulu menuju hilir.

Baca Juga: Minat Mobil Listrik Bekas Meningkat di Tengah Kenaikan Harga BBM dan Lesunya Penjualan Kendaraan Diesel

Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terbesar kepada masyarakat yang memiliki pendapatan tetap dan ruang keuangan yang terbatas.

Kenaikan Harga Terjadi Bertahap

Dalam unggahannya, dr Tirta menjelaskan bahwa kenaikan harga biasanya bermula dari bahan mentah, kemudian merambat ke barang setengah jadi, hingga akhirnya memengaruhi harga barang jadi yang dibeli konsumen.

“Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi,” tulisnya.

Ia menilai kenaikan harga BBM merupakan langkah awal yang dapat menimbulkan efek domino terhadap biaya produksi dan distribusi berbagai komoditas.

Baca Juga: BBM Naik dan Efek Berantai: Logistik Mahal, Harga Barang Meroket

Ketika biaya energi meningkat, pelaku usaha berpotensi menyesuaikan harga untuk menutupi kenaikan biaya operasional.

Kelompok Berpenghasilan Tetap Paling Rentan

Lebih lanjut, dr Tirta menyoroti kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga secara beruntun tersebut.

Menurutnya, tekanan terbesar akan dirasakan oleh masyarakat yang memiliki penghasilan terbatas atau tidak mengalami peningkatan pendapatan di tengah naiknya biaya hidup.

“Yang tercekik itu yang finansialnya dan gajinya terbatas,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Kondisi tersebut terjadi karena daya beli masyarakat dapat tergerus ketika harga kebutuhan terus meningkat sementara pendapatan tidak berubah.

Tiga Pilihan Mengelola Keuangan

Selain itu, dr Tirta juga mengulas prinsip dasar pengelolaan keuangan yang pernah diajarkan dalam perkuliahan ekonomi.

Baca Juga: Ford Tetap Andalkan Mesin Diesel di Tengah Lonjakan Harga BBM, Everest dan Ranger Jadi Tumpuan Penjualan Nasional

Ia menyebut secara umum terdapat tiga pilihan ketika seseorang menghadapi tekanan keuangan.

Pertama, meningkatkan pendapatan atau mencari sumber pemasukan tambahan. Kedua, mengurangi pengeluaran hingga batas yang memungkinkan. Ketiga, mengajukan pinjaman apabila dua langkah sebelumnya tidak dapat dilakukan.

“Solusi keuangan kan tiga kalau diajari dosen. Tambah revenue (income), kalau tidak bisa, potong pengeluaran (expenses) sampai mentok. Kalau masih tidak bisa, ajukan pinjaman,” tulisnya.

Kenaikan Biaya Hidup Memaksa Penyesuaian Pengeluaran

Menurut dr Tirta, ketika harga BBM dan berbagai kebutuhan meningkat sementara pendapatan tidak ikut naik, sebagian masyarakat pada akhirnya harus melakukan penyesuaian dari sisi pengeluaran.

Baca Juga: Kenaikan Harga Solar Picu Pengemudi Diesel Lebih Hemat, Perawatan Kendaraan dan Gaya Berkendara Jadi Penentu Utama Efisiensi BBM

Ia menyebut kenaikan harga BBM tidak serta-merta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, langkah yang paling realistis bagi banyak orang adalah menekan pengeluaran agar kondisi keuangan tetap terkendali.

“Sekarang harga bensin dinaikkan. Langkah berikutnya, potong pengeluaran,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tips keuangan #harga pertamax naik #Harga BBM #dr Tirta